Terkena Razia SatPol PP, 14 Siswa SMK Dihukum Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Trenggalek – Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Pemkab Trenggalek, sesuai dengan otoritas yang dimiliki sebagai penegak perda secara rutin dan terstruktur melakukan razia diwilayah kerjanya. Kali ini razia dilakukan dengan menyisir beberapa warung kopi di seputaran Desa Sumbergedong.

Hal itu dilakukan juga karena adanya atensi masyarakat yang menginformasikan tentang adanya anak-anak sekolah yang nongkrong diwarung kopi masih mengenakan seragam. Sebagaimana disampaikan Kasatpol PP melalui Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Mujib Kamali, yang membenarkan adanya razia tersebut.

“Berdasarkan laporan masyarakat, bahwa di warung kopi daerah Desa Sumbergedong, banyak anak-anak sekolah yang lagi nongkrong. Makanya team patroli wilayah segera merapat dan benar saja, kita temukan banyak anak berseragam sekolah sedang ngopi”, kata Mujib saat ditemui disela kesibukanya, Selasa(17/7).

Masih menurut Mujib, hari-hari ini memang rawan anak sekolah keluyuran dijam belajar karena baru memasuki masa tahun ajaran baru. “Karena ini sudah memasuki masa tahun ajaran baru maka kita akan gencar melakukan penertiban kepada pelajar. Para pelajar ini biasanya beralasan kalau mereka keluar nongkrong dengan alasan jam kosong,” jelas Kabid yang dulu mantan PNS dilingkungan Disperindagtamben ini.

Sangat disayangkan jika generasi penerus ini waktunya banyak terbuang bukan untuk belajar guna mempersiapkan masa depan mereka, akan tetapi lebih kepada kesia-siaan dengan sekedar nongkrong dan ngopi. Dalam razia kali ini, ada 14 siswa yang berhasil terjaring dan kesemuanya adalah siswa dari salah satu SMK Negeri di Trenggalek. ” Ke-14 siswa yang terjaring, lanjut Mujib kebetulan satu sekolah. Semua akan kita berikan pengarahan dan pembinaan dengan memanggil pihak sekolah terkait agar nantinya bisa ditindaklanjuti sesuai aturan sekolah”. Selain didata, dibina dan diberi pengarahan, para siswa tersebut dihukum untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta beberapa lagu nasional lainya.

“Tadi dengan disaksikan oleh perwakilan dari Sekolah yang bersangkutan, para siswa kita beri pembinaan, pengarahan dan juga sangsi untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta beberapa lagu nasional lainya. Selain untuk memberikan efek jera, hal itu juga demi membangun jiwa nasionalisme anak-anak tersebut,”pungkas Kabid ramah tersebut. (Heru Gondrong)

Tinggalkan Balasan