Tekan DBD Dinkes Kabupaten Blitar Optimalkan Peran Pokja Operasional Pemberantasan Sarang Nyamuk

Blitar – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengadakan pertemuan Kelompok Kerja Operasional Pemberantasan Sarang Nyamuk (POKJANAL PSN) yang dilaksanakan di Kampung Coklat, rabu (12/12/2018). Pertemuan ini dibuka langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Husain.

Tampak dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar Hj. Ninik Rijanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Kuspardani, Avi SHR, S.KM. Mkes dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, seluruh camat beserta penggerak PKK kecamatan, Tim Pokjanal PSN Kabupaten Blitar dan seluruh kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Blitar.

Krisna Yekti, S.KM. M. Mkes kepala Bidang P2P Kabupaten Blitar menyampaikan bahwa tujuan dari pertemuan ini untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, mendapatkan solusi untuk perbaikan-perbaikan di tahun yang akan datang supaya DBD di kabupaten Blitar dapat di tekan serendah-rendahnya.

“Kasus DBD di Kabupaten Blitar meningkat 3 kali lipat. Jadi kemarin ada 99 penderita DBD dan sekarang menjadi 306 dengan jumlah kematian 7. Apalagi ini yang sering terjadi di daerah endemis seperti di daerah perkotaan.” Ungkapnya. Krisna Yekti menegaskan tidak akan melakukan Fogging apabila desa maupun kecamatan tidak melakukan PSN secara serius.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Kuspardani mengatakan penyakit DBD merupakan penyakit berbahaya yang bisa mengakibatkan perdarahan, syok hingga kematian. Bagi seseorang yang sudah terdiagnosa penyakit DBD harus diawasi setiap harinya.

Untuk melaksanakan penanggulangan penyakit DBD Kementrian Kesehatan membuat Program 1 rumah 1 jumantik dengan tujuan mengajak seluruh elemen masyarakat dalam satu rumah di harapkan satu orang memiliki tugas khusus untuk memantau jentik.

“Dengan itu kami mengaktifkan pokjana melalui Puskesmas mengajak masyarakat langsung melaksanakan pemberantasan dalam rangka penanggulan penyakit DBD. Salah satunya melakukan gerakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur).” Kata dr. Kuspardani
Sementara itu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Husain menambahkan mulai minggu depan dalam waktu satu minggu yang berada di 22 kecamatan untuk melakukan gerakan serentak di masing-masing kecamatan di kabupaten Blitar.

“Gerakan serentak dilakukan 3 M yang melibatkan desa, RT dan RW. Harapannya semoga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, lebih rajin melaksanakan PSN sehingga menjadi kebiasaan serta pembelajaran yang baik.” Tuturnya. (Ervin)

Tinggalkan Balasan