Tanggal 17 April, Polres Tulungagung Larang Kegiatan Masyarakat Kecuali Pencoblosan

Tulungagung – Jelang pelaksanaan pemungutan suara pemilu serantak 2019, Kepolisian Resort Tulungagung, melakukan pemantapan terhadap ratusan personel pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk menjaga kondusifitas, pada 17 April mendatang pihak kepolisian melarang adanya kegiatan masyarakat, selain pencoblosan.

Mengoptimalkan waktu yang tersisa jelang pelaksanaan pemungutan suara pemilu serentak 2019, Kepolisian Resort Tulungagung, melakukan pemantapan personel pengamanan TPS terhadap 555 personel, yang akan bertugas melakukan pengamanan TPS pada saat proses pemungutan hingga penghitunghan suara 17 April mendatang.

Dalam pemantapan ini, diharapkan seluruh anggota kepolisian yang bertugas pengamanan di TPS di wilayah Tulungagung, pada saat pengamanan, benar-benar paham dan sudah tahu apa yang harus dilakukan serta dikerjakan, sehingga akan berjalan aman dan lancar.

Sehingga tingkat kerawanan selama proses pemungutan suara yang telah di mapping, dan apabila terjadi kemungkinan yang terburuk dapat segera mengambil langkah-langkah strategis.

AKBP Tofik Sukendar, Kapolres Tulungagung, mengatakan, agar terciptanya keamanan di wilayah hukum Polres Tulungagung, pada tanggal 17 April mendatang, pihak kepolisian melarang seluruh jenis kegiatan kemasyarakatan selain kegiatan pencoblosan pemilu 2019.

“Pelarangan kegiatan, selain pencoblosan tersebut pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda yang ada di wilayah masing-masing,” kata AKBP Tofik Sukendar.

Sementara itu, sesuai dengan peta kerawanan wilayah di saat pelaksanaan pemilu yang akan datang, satu orang petugas kepolisian akan mengamankan 6 TPS dan akan di bantu 2 orang linmas di setiap TPS.

Sedangkan di Tulungagung sendiri, terdapat 271 desa dan kelurahan, di 19 kecamatan dan jumlah TPS untuk pemilu mendatang, sebanyak 3.768. (Bondan)

Tinggalkan Balasan