Tak Punya Tempat Tinggal, Sepasang Suami Istri Hidup Diatas Becak Gerobak

Nganjuk – Selama dua tahun sepasang suami istri di Nganjuk harus hidup dan tidur di dalam becak yang dimodifikasi menjadi sebuah gubuk. Dalam kesehariannya pasangan bernama Budiono dan Sriamah ini mengais rezeki sebagai jasa tambal ban keliling.

Pasutri asli Mojokerto ini dalam kesehariannya hidup digubuk yang di kaitkan degan becaknya. Becak yang menjadi kekayaannya itu tak hanya sebagai tempat tinggal untuk tidur saja, namun juga sebagai tempat perabotan, seperti peralatan dapur, pakaian dan peralatan untuk tambal ban.

Gubuk milik Budiono ini berukuran 1 meter kali 1 setengah meter terbuat dari seng bekas. Bila tidak terjadi hujan, Budiono memilih tidur ditas becak sebab gubuknya tak cukup jika buat dua orang.

Bila pagi dan siang hari Budiono membawa becaknya sebagai transportasi untuk bekerja sebagai jasa tambal ban di sekitar jalan antara Kecamatan Bagor menuju Nganjuk kota. Sementara istrinya Sriamah memasak seadanya dan banyak menghabiskan waktu di gubuk becaknya.

Budiono kini mengeluh karena usaha tambal bannya saat ini mulai berkurang omzetnya sejak virus corona melanda, karena banyak warga yang tidak bepergian kemana-mana. “Saat ini saya juga tidak mendapatkan bantuan dari dinas sosial atau pemerintah kabupaten nganjuk, karena saya tidak punya ktp,” keluhnya.

Namun ia masih bersyukur ada sejumlah warga yang melintas berempati kepada mereka dengan memberikan bantuan sembako maupun masker. (Syar)

Tinggalkan Balasan