Supriono Caleg Perolehan Suara Pemilu 2019, Terbanyak Ditetapkan Tersangka KPK

Tulungagung – Pasca pengumuman penetapan status tersangka ketua DPRD Tulungagung, Supriyono, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (14/5) malam, suasana kantor DPRD Tulungagung, hingga Selasa (15/5) siang nampak lengang. Halaman parkir yang biasanya penuh kendaraan juga sepi, hanya terdapat beberapa mobil milik staff DPRD dan tamu yang terparkir.

Aktifitas di dalam gedung juga nampak lebih sepi dibanding biasanya, tidak terlihat sedikitpun anggota DPRD yang beraktifitas. Ruang ketua DPRD dan fraksi-fraksi tertutup rapat, hanya terlihat sejumlah staff DPRD yang beraktifitas.

Sementara itu, Supriyono yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan legislatif 2019 ini, ternyata memperoleh suara tertinggi di dapilnya. Dari tiga wilayah kecamatan di Dapil 1 Tulungagung, yakni Tulungagung, Kedungwaru dan Ngantru, Supriyono meraih sebanyak 10 ribu 192 suara. Jumlah tersebut jauh mengungguli rival satu partai, maupun dari partai lain.

Mustofa, Ketua KPU Tulungagung, mengatakan, dengan perolehan suara tersebut, hampir dapat dipastikan Supriyono kembali terpilih menjadi anggota legislatif.

Meski demikian, pihak KPU Tulungagung masih belum menetapkan perolehan kursi secara resmi dan masih menunggu keputusan KPU pusat.

Namun berdasar hitungan sementara dengan metode sainte league, PDIP di Dapil 1 Tulungagung berhak tiga kursi, dan supriyono kursi pertama.

Seperti dalam pengumuman KPK pada Senin malam, ketua DPRD Tulungagung Supriyono, ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap apbd.

Supriyono diduga telah menerima aliran dana sebesar lebih dari Rp 4 milyar selama periode 2015-2018, dari bupati tulungagung periode 2013-2018, terkait dengan pembahasan, pengesahan hingga pelaksanaan APBD dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Kasus yang menjerat ketua DPRD Tulungagung ini, merupakan pengembangan dari perkara yang membelit bupati tulungagung non aktif Syahri Mulyo. (Bondan)

Tinggalkan Balasan