Sungai Brantas Surut Membuat Jasa Perahu Penyeberangan Banyak Yang Tutup

Tulungagung – Jasa perahu penyeberangan penghubung Wilayah Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Blitar di Desa Kaliwungu Kecamatan Ngunut mengalami penumpukan antrian kendaraan. Senin Sore (30/4/2018).

Para pengendara roda dua memilih menggunakan jasa penyebrangan dibandingkan melalui jalur darat dan harus memutar hingga sejauh puluhan kilometer. Surutnya debit air sungai brantas menyebabkan puluhan jasa perahu penyeberangan lainnya tidak beroperasi sementara waktu.

“Semua tambangan (perahu penyebrangan) tutup yang ada cuma disini,” jelas Kania salah satu pengguna jasa perahu penyeberangan.

Dangkalnya sungai membuat perahu mereka tidak bisa bergerak, beruntung masih ada satu jasa penyeberangan yang masih beroperasi, meskipun para pengguna jasa harus antri hingga tiga puluh menit untuk bisa menyeberang.

“Ya kalo penyeberang dibandingkan hari biasa ada tiga kalilipat.” jelas Widji pemilik perahu.

Berkurangnya debit air ini dikarenakan adanya kegiatan flushing sebuah bendungan yang dilakukan beberapa hari lalu. Aliran sungai brantas untuk sementara waktu dibendung, untuk mengisi kembali bendungan.

Pemilik jasa perahu penyeberangan belum mengetahui pasti, kapan debit air akan kembali normal. Mereka mengusahakan akan terus beroperasi untuk melayani para pengguna jasa perahu tersebut.

“Karena airnya habis karena ada pladu, dam sana ditutup sehigga debit air surut hingga 3 meter,” tambah pria berkumis putih tersebut.

Perahu peyeberangan milik wiji dengan kapasitas 45 kendaraan roda dua tersebut merupakan jalur alternatif penghubung antara Tulungagung dengan Blitar. Mereka memilih menggunakan jasa ini dibandingkan harus melalui jalur darat yang memutar puluhan kilometer. (Danu)

 

Tinggalkan Balasan