Sidang Gugatan Praperadilan Kasus Q-net Tidak Diterima Pengadilan Kediri

Kediri – Sidang gugatan praperadilan penyitaan barang bukti kasus investasi Q-net yang diajukan PT Amoeba dan PT AWI pada Polres Lumajang tidak diterima oleh majelis hakim. Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menyatakan penyitaan barang-barang milik kedua perusahaan tersebut sudah sesuai prosedur.

Meski permohonan praperadilan ditolak pada sidang 4/12 lalu, namun kuasa hukum PT.AWI, Solikhin, memberikan catatan terkait SP3 oleh Mabes Polri dan Polda Jawa Timur. Menurutnya, meski bersifat online atau elektronik, harusnya itu juga dipertimbangkan. Pihaknya juga optimis bila kasus pidana investasi bakal dimenangkan nantinya.

“Praperdilan ini, yang harus kita bawahi adalah prosedural penyelidikan apakah sudah sesuaui atau belum, belum memasuki materi pokoknya, yang penting materi perkara bisa memenuhi P21 apa tidak. Praperadilan boleh ditolak, namun saat eksepsi mereka juga ditolak,” kata Solikhin.

Disisi lain, Kuasa Hukum Polres Lumajang, Abdur Rohman mengatakan penolakan gugatan praperadilan itu sudah sepatutnya ditok oleh PN. Terbukti pihaknya juga mampu menunjukkan bukti dari bantahan dalam proses sidang.

“Pengadilan sudah mempertimbangkan. Jika dalam bekerja kepolisian sudah sesuai prosedur. Ada izin penggeledahan, persetujuan penyitaan dari Pengadilan setempat, dengan tidak bisa membuktikan gugagatananya, kami bisa mebuktikan bantahan. Sudah sepatutnya hakim untuk menolak permohonan pra peradilan tersebut,” tegas Ketua Peradi Lumajang ini.

Diketahui sebelumnya, pihak PT AWI dan PT Amoeba mengajukan gugatan praperadilan atas penyitaan dan penggeledahan aset dalam perkara dugaan penipuan investasi Qnet. Pihaknya menilai penyitaan tersebut tidak berhubungan dengan pokok perkara. (Rof)

Tinggalkan Balasan