Sidang Dakwaan, Jaksa Sebut Supriono Bersama Tiga Pimpinan DPRD Tulungagung Terima Suap

Tulungagung – Sidang perkara penyuapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (31/3) siang. Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Mufti Nur Irawan dari KPK, Supriyono mantan Ketua DPRD Tulungagung periode 2014 – 2019 menerima hadiah atau suap.

Dalam dakwaan disebutkan bila terdakwa selaku ketua DPRD Tulungagung bersama pimpinan anggota DPRD lainnya yakni Imam Kambali, Adib Makarim, dan Agus Budiarto, menerima suap di tiga lokasi. Ke tiga lokasi tersebut ruang kerja Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Tulungagung, Pendopo Bupati Tulungagung dan kantor DPRD Tulungagung.

Terdakwa Supriono menerima hadiah atau suap berupa uang secara bertahap mulai tahun 2014 hingga 2018 dengan jumlah keseluruhan Rp 3,6 miliar dari Syahri Mulyo Bupati Tulungagung melalui Hendry Setiawan, ketua BPKAD. Pemberian hadiah tersebut agar terdakwa mengesahkan anggaran pendapatan belanja daerah, APBD Tulungagung tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.

Jaksa mendakwa perbuatan terdakwa dengan tiga pasal, yakni pasal 12 huruf A, pasal 11, dan pasal 12 huruf B Undang-undang pemberantasan Tipikor. Juncto pasal 55 KUHP juncto pasal 64 KUHP. Atas dakwaan ini, terdakwa mengaku tak keberatan dan meminta majelis hakim yang diketuai Hizbullab Idris melanjutkan persidangan ke pembuktian pada Selasa 5 April mendatang.

Sidang dakwaan terdakwa Supriyono ini merupakan perkara kedua yang diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sebelumnya, 14 Februari 2019 lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap Syahri Mulyo, mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. (pul)

Tinggalkan Balasan