Seorang Santri Asal Ngunut Lumpuh Setelah Mendapat Suntikan Imunisasi

Tulungagung – Seorang santri di sebuah pondok pesantren di Kediri. Mengalami lumpuh dan harus dirujuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah mendapat suntikan vaksin DPT 2.

Santri tersebut adalah Wildan, anak 12 tahun asal Lingkungan II, Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut dan tidak bisa menggerakkan kakinya.

Febrian salah satu keluarga wildan menjelaskan, Hasil pemeriksaan di RS Madinah Ngunut, Wildan mengalami gejala tifus.

“Dia tidak sampai dirawat dan cukup berobat jalan,” jelas Febrian (26) keluarga korban.

Setelah minum obat kondisinya terus membaik. Hari Selasa (23/10/2018) Wildan kembali ke pondol pesantren.

Hari itu adalah hari terakhir dia minum obat. Pada Rabu (24/10/2018) pagi ada imunisasi massal di pemondokannya, yang dilakukan puskesmas setempat.

Menjelang siang hari, kondisi Wildan mulai menurun hingga harus dilarikan ke Puskesmas Campurejo.

Karena kondisinya parah, pihak Puskesmas hendak merujuk ke RS Bhayangkara Kediri.

Namun pihak keluarga minta akar dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, dengan alasan lebih dekat rumah.

“Kakinya lumpuh tidak bisa digerakkan. Selama empat hari di RSUD dr Iskak juga tidak ada perubahan,” lanjut Febrian.

Karena kondisinya tidak kunjung membaik, RSUD dr Iskak merujuk Wildan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (29/10/2018).

Pihak keluarga berharap Wildan bisa pulih seperti semula.

Keluarga juga mempertanyakan, imunisasi terhadap Wildan yang baru sakit.

“Setahu saya setelah sakit hingga satu minggu tidak boleh divaksin. Ini belum ada satu minggu lo,” keluh Febrian. (Danu)

Tinggalkan Balasan