Sentra Kuliner Soto Tamanan, Setelah Salah Satu Warganya Positif Covid-19

Kediri – Usai salah satu warganya positif Covid-19, 28 KK di 3 RT Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto mengisolasi diri. Mengingat Tamanan adalah sentra kuliner soto khas Kediri, Widodo, Ketua RT 04 khawatir kabar ini akan mengurangi omzet pedagang soto di Tamanan.

Rupanya, bukan karena warga yang positif, tapi sejak pandemi melanda, omzet pedagang soto turun drastis. “Sejak Corona, penjualan sudah sepi,” kata Sunarko, penjual soto “Pak No” di sentra kuliner legendaris, Soto Bok Ijo, terminal Tamanan, Sabtu (16/05).

Soto “Pak No” dari kata Surono, pelopor soto Bok Ijo yang kemudian diikuti pedagang lain yang berdagang di sekitar terminal. Surono membangun bisnis sotonya sejak tahun 1969, kemudian diwariskan turun temurun. Sebelumnya berada di jembatan berwarna hijau tak jauh dari terminal.

Menurut penuturan Sunarko, belum pernah kuliner soto ini sesepi sekarang. Omzetnya tinggal separuh, kadang kurang. Bila biasanya dalam sehari bisa menjual lebih dari 200 mangkuk, kini di bawah 100 mangkuk.

“Sebelum Corona, orang-orang yang ke terminal kan mampir di sini. Sekarang bus ke Jakarta, Malang dan Surabaya juga tidak jalan. Jadi tidak ada yang beli, apalagi puasa,” tambah Sunarko.

Terlihat di samping komplek kuliner Soto Bok Ijo, deretan agen bus AKAP pun tutup. Hanya terlihat beberapa kru armada bus duduk-duduk setelah membersihkan busnya. Biasanya, para pelanggan agen bus ini juga pelanggan soto.

“Kalau ada warga yang positif, saya kira tidak berpengaruh ke pembeli. Pembeli pikir kan soto panas, jadi kumannya mati,” kelakar Sunarko. Pada saat buka puasa, warung soto Pak No tetap laris dikunjungi. Mulai pukul 18.00 WIB-19.00 WIB setelah itu kembali sepi. Tampak warga berbuka puasa dan kadang mengajak keluarganya. (ben)

Tinggalkan Balasan