Seni Tradisional Merakyat Sepi Peminat

Kediri – Seni tradisional seperti ketoprak “jemblung” wayang orang, wayang kulit mini hingga ludruk,  kini keberadaannya sungguh memprihatinkan. Hiburan merakyat dan murah meriah tersebut dulunya adalah hiburan paling digemari oleh orang Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Kediri

Dulu hiburan seni tradisional itu sering dijumpai dalam acara hajatan, seperti pernikahan, tasyakuran, bersih desa, maupun acara rutin tiap malam minggu.

Ditengah hiburan yang serba modern, seni tradisional itu mulai terkikis dan sepi peminat. Masyarakat cenderung lebih memilih hiburan yang modern karena perkembangan zaman.

Ini juga karena peminat anak muda dalam mempelajari kesenian tradisional sangat minim, sehingga penerus pelaku kesenian juga berkurang.

Dinas Komunikasi Dan Informasi Kabupaten Kediri memberikan wadah bagi para seniman hiburan tradisional.

Sukardi, salah satu seniman jenis ketoprak mengaku, cukup tiga hari untuk mempersiapkan tim nya dalam ajang festival seni pertunjukan rakyat. “Minat masyarakat terhadap kesenian berkurang dibandinhgkan 3 tahun lalu, setiap manggung minimal dua kali dalam satu bulan namun sekarang sangat jarang menerima order dalam kurun satu bulan” jelasnya.

Para seniman berharap, campur tangan dari pemerintah untuk sosialisasi dan pendidikan kesenian bagi anak – anak. sehingga garis keturunan atau regenerasi di dunia seni hiburan tetap ada,  secara tidak langsung masyarakat juga akan lebih meminati seni tradisional. (Zainurofi)

Tinggalkan Balasan