Ribuan Warga Berebut Air Siraman Gong Kyai Pradah

Blitar – Ribuan warga memadati Pendopo Lodoyo kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar untuk mendapatkan berkah dari siraman Gong Kyai Pradah yang berlangsung tadi siang, kamis (22/11/2018). Tradisi ini berlangsung secara turun temurun dan banyak warga yang rela berdesakan serta kepanasan hanya untuk sekedar mendapatkan sisa siraman Gong Kyai Pradah.

Tradisi ini dibuka oleh Bupati Blitar H. Rijanto dan dihadiri oleh wakil bupati Blitar Marhaenis UW, Arteria Dahlan, anggota DPR RI Komisi 3 Fraksi PDI Perjuangan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Masyarakat tidak hanya berasal dari Blitar namun juga ada yang dari Tulungagung, Kediri, Malang dan Yogyakarta. Warga percaya air siraman yang berasal dari Gong Kyai Pradah ini membawa berkah. sehingga tidak heran jiika mereka berbondong-bondong mengajak berserta keluarganya untuk mendapatkan berkah dari tradisi tersebut.

Novita (35) warga masyarakat Blitar menyampaikan rela berebut air untuk mendapatkah berkah dari bekas air siraman itu. “Saya setiap tahun datang ke acara ini untuk mendapatkan berkah, saya sudah siapkan botol tadi dan saya bersyukur bisa mendapatkannya.” Ungkapnya.

Gong yang diyakini peninggalan Sunan Amangkurat (Pangeran Prabu) ini telah di jaga dengan baik hingga saat ini dan memiliki juru kunci yang bernama Mbah Supalil (91). Tradisi ini di lengkapi oleh tarian tradisional, musik tradisional serta pakaian ala kerajaan Wakil Bupati Marhaenis UW mengatakan warga masyarakat sangat antusias mengikuti acara ini dari pagi hingga acara selesai. Acara ini di dukung penuh oleh pemerintah kabupaten Blitar dan merupakan acara yang bermanfaat. Apalagi mampu mengangkat perekonomian masyrakat melalui berdagang disekitar lokasi.

“Tradisi ini bertepatan dengan 12 Maulud Nabi Muhammad SAW atau kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini akan berlangsung setiap tahun dan meriah sama seperti tahun sebelumnya. Namun ada perbedaan dari tahun kemarin, tradisi siraman kali ini dilaksanakan pagi hari hingga selesai siang hari sedangkan tahun kemarin di mulai siang hari.” Tambahnya (Ervin)

Tinggalkan Balasan