Razia Pedagang Pasar Subuh, Satpol PP Trenggalek Dinilai Tebang Pilih

Trenggalek – Keberadaan puluhan pedagang Pasar Subuh yang mangkal di sepanjang jalan dirazia petugas Satpol PP Pemkab Trenggalek (9/4/2108). Pasalnya keberadaan mereka menyebabkan kemacetan parah jalur Trenggalek-Bendungan.

Sayangnya razia yang digelar Satpol PP selama sepuluh hari kedepan dinilai pedagang Pasar Subuh tebang pilih. Pasalnya, beberapa lapak semi permanen yang ada di sejumlah titik di sepanjang jalan komplek Pasar Subuh terkesan dibiarkan saja.
Budi Santoso (43) salah satu pedagang tahu membenarkan hal tersebut. Menurutnya beberapa kali razia yang dilakukan petugas Satpol PP hanya pedagang sayur yang tidak memiliki lapak semi permanen yang dirazia. “Pedagang sayur yang disasar. Kenapa yang bikin lapak dibiarkan,” katanya.

Budi menyayangkan tindakan penertiban Satpol PP yang dinilai tidak profesional. Sebab, seluruh pedagang yang mangkal di komplek Pasar Subuh memiliki kewajiban yang sama sesuai aturan yang berlaku. Salah satunya membayar restribusi yang setiap hari harus dibayarkan kepada pemerindah daerah melalui petugas pasar yang ad.”Kita bayar sama dengan yang punya lapak. Jadi harusnya juga diperlakukan sama”, tukas Budi.

Ditambahkan Budi, pihaknya mengharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban semata. Melainkan harus ada solusi ketika pedagang yang biasa mangkal di sepanjang jalan Pasar Subuh ditertibkan. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas pengganti yang layak untuk ditempati. “Jangan sekadar ditertibkan. Terus dibiarkan begitu saja,” pungkas budi. (Karyanto/ Heru)

Tinggalkan Balasan