Rakus Memakan Jentik, Ikan Cupang di Ringin Pitu Ramai Diburu Warga

Tulungagung – Merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai daerah membawa berkah tersendiri bagi petani ikan cupang di desa Ringinpitu  Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Sejak sekitar sebulan terakhir, permintaan ikan predator jentik nyamuk ini mengalami peningkatan hingga 60 persen. Tidak hanya dari tulungagung saja permintaan juga banyak berdatangan dari luar pulau Jawa.

“Sejak akhir bulan desember lalu, permintaan ikan cupang mengalami peningkatan 60 %,” jelas aris setyobudi breeder ikan cupang.

Ikan cupang tersebut oleh Aris Setyobudi di jual kepelanggannya seharga Rp. 2 ribu hingga Rp. 3 ribu 500 per ekor. Ikan cupang yang biasa di jual ini biasanya telah berumur 1 setengah bulan setelah dilakukan pembesaran di kolam koloni,”

“Tergantung jenis dan ukuran ikan, Mulai Rp. 2 ribu hingga Rp. 3 ribu 500,” imbuhnya.

Ikan cupang pada siang hari cenderung aktif di dasar air kolam dan malam hari aktif di atas permukaan air,  jika di pakan jentik nyamuk kualitasnya menjadi sangat baik di banding di beri pakan cancing sutera. Karena akan muncul warna yang lebih tajam fisiknya lebih bagus lebih agresif dan telur penghasil anakan lebih bagus.

Tidak heran jika pada saat penyakit berdarah merebak ikan cupang bisa menjadi alternatif untuk pemberantasan jentik nyamuk. Ukuran ikan yang kecil juga tidak banyak menghasilkan kotoran maupun menimbulkan bau amis.

“Karena ikan cupang rakus satu ekor ikan cupang yang ditaruh di bak mandi rumah akan mampu memangsa seluruh jentik,” imbuhnya.

Ramainya permintaan ikan yang memiliki nama latin betta sp ini menjadi berkah tersendiri bagi aris setyobudi, pesananpun tidak hanya datang dari kota-kota di pulau jawa namun datang juga dari berbagai kota di luar pulau jawa diantaranya Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali. (Bondan)

Tinggalkan Balasan