Puluhan Sopir Angkot Kediri Demo Tolak Angkutan Online

 

Menolak keberadaan transportasi online, puluhan supir MPU di Kabupaten Kediri, menggelar aksi unjuk rasa ke Pemerintah Daerah

Kediri – Dengan membawa mobil angkutan enam puluh sopir mobil penumpang umum atau (MPU) mendatangi kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri. Sejumlah tuntutan terpasang di setiap bagian depan mobil mereka.

Dalamaksi aksinya, mereka dengan tegas menyuarakan penghapusan angkutan online yang dianggap berpengaruh terhadap penurunan pendapatan mereka secara drastis.
“Beroperasinya angutan online ilegal, sebab tak ada peraturan yang memaksa mereka untuk melakukan uji kir, menggunakan SIM umum dan plat kuning , sementara aturan tersebut dilakukan oleh angkutan umum” ujar Joko Santoso sopir MPU.

Saat ini, MPU hanya mendapatkan uang Rp. 25 ribu saja sangat berat, bahkan mereka kerap rugi dengan beban setoran terhadap pemilik kendaraan.
“Padahal sebelum keberadaan tranportasi on line kami bisa mendapatkan Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu dalam sehari”, jalesnya.

Perwakilan masa sempat diijinkan masuk untuk bertemu Dinas Perhubungan dan perwakilan dari Pemkab Serta DPRD, namun belum ada hasil yang memuaskan. Massa dijanjikan akan dipertemukan dengan angkutan online dengan waktu yang tidak ditentukan.

Jika solusi tak segera mereka dapatkan, sopir MPU mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa berikutnya serta mensweping para sopir angkutan online yang beroperasi di Kabupaten Kediri. (Rofi)