Puluhan Pasien RSUD Ngudi Waluyo Blitar Tidak Bisa Nyoblos Pemilu 2019

Blitar– Puluhan pasien dan keluarga pasien serta pegawai RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar kecewa tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019. Beberapa keluarga pasien mengaku tidak sempat mengurus formulir A5 .Meski demikian mereka mengaku kecewa dengan KPPS yang mendatangi rumah sakit, karena pasien tidak dipermudah.

“Saya pengin nyoblos tapi nyatanya tidak bisa dengan alasan alasan gak punya formulir A5. Katanya nyoblos dimana saja bisa pakai KTP.”ujar Sukamto, seorang pasien, Rabu(17/4/2019).

Hal senada juga dialami Nada seorang perawat yang mengaku Enggak bisa nyoblos lantaran waktu KPPS saat di rumah sakit hanya sebentar , sehingga ia bersama 9 temannya satu ruangan terpaksa tidak nyoblos.

“Katanya didatangi masing masing ruangan ,nyatanya KPPS nya sudah pergi meninggalkan rumah sakit, enggak ada dua jam kpps sudah pergi padahal pemilih di rumah sakit seratus lebih jumlahnya.” Tutur Nada seorang perawat dengan raut wajah kecewa.

Sementara itu Masrukin komisioner KPU kabupaten Blitar, mengatakan penyelenggara pemilu tidak mempersulit, hanya saja selain waktu terbatas karena banyak pasien dan keluarga pasien tidak memiliki formulir A5, sehingga mereka terkendala untuk bisa mencoblos.

“Sesuai aturan pemilih yang pindah kalau mau mencoblos harus memiliki formulir A5, bukan hanya pasien, ini berlalu bagi setiap pemilih.” Jelasnya.

Untuk diketahui, pemilu di RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar dilakukan dengan petugas dari 3 TPS sekitar berkeliling memungut suara. Selain pasien dan penunggu, ada pegawai atau perawat piket. Gondo Suparno, Wadir RSUD Ngudi Waluyo menyayangkan pihak KPPS yang tidak mengakomodir keinginan seluruh pemilik suara .

“Perkiraan nggak ada 50 persen dari jumlah tersebut yang bisa memilih karena Petugas TPS tidak mendatangi seluruh ruangan. Karena itu ini harus menjadi evaluasi KPU kedepan dan berharap kalau pemilu lagi sebaiknya rumah sakit ada TPS sendiri”.Ujar Gondo Suparno (Asf)

Tinggalkan Balasan