PMII dan GMNI Tulungagung Desak Pemerintah dan DPR Sahkan RUU Terorisme

Tulungagung – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersma Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesai (GMNI) Cabang Tulungagung, rabu malam (16/5/2018) melakukan aksi solidaritas di seputaran aloon-aloon Tulungagung.

Masa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Tulungagung menyatakan 9 sikap, salah satunya mereka mendesak pemerintah dan Dewan Perwakila Rakyat (DPR) untuk segera mempercepat pengesahan Revisi Undang-Undang (UU) Anti-Terorisme sebagai payung hukum pencegahan dan pemberantasan terorisme.

Hal ini terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia beberapa hari belakangan, termasuk yang terjadi di Surabaya dan Riau. Dalam orasinya mahasiswa mengecam aksi toror yang dinilai biadap.

“Kami dari aliansi Mahasiswa Tulungagung menyatakan sembilan sikap mahasiswa merespon aksi terorisme,” kata Miftakhul Huda Ketua Cabang PMII Tulungagung.

Huda menegaskan, PMII dan GMNI Tulungagung mengutuk keras tindak kejahatan terorisme. Ia ingin pemerintah segera mengusut tuntas kasus terorisme.

Aksi damai dimulai dari Bundaran TT, dengan dilanjutkan di taman Kartini aloon-aloon Tulungagung, dalam aksinya kaum intelektual tersubut melakukan orasi dan melantunkan puisi serta menyalahkan lilin.

Aksi ditutup dengan do,a bersama dan penandatanganan pernyataan sikap oleh Wakapolres Tulungagung, Kodim 0807, Ketua Cabang PMII dan Ketua Cabang GMNI Tulungagung. (Danu)