Pimpin Panen Raya Padi di Talun, Bupati Rijanto, Dorong Petani Kembangkan Metode Hayati

Blitar, JTV Mataraman.com : Bupati Blitar Rijanto memimpin panen raya padi di Desa Sragi Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Among Kismo I,Sabtu(19/09/2020).
Panen raya padi tersebut turut di hadiri beberapa Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait, Muspika Talun dan Gapoktan se Kecamatan Talun. Acara panen raya di lokasi Desa Sragi ini secara simbolik dilakukan pemotongan batang padi oleh Bupati Blitar Rijanto dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan ,Wawan Widhianto serta Muspika Talun.
Dalam sambutannya Bupati Rijanto menyampaikan kondisi pertanian di Kabupaten Blitar terus berkembang sangat pesat. Lebih 80 persen penduduk Kabupaten Blitar bergerak di bidang pertanian. Padi yang di panen kali ini merupakan hasil penerapan Metode Hayati Indonesia (MHI) yang di inisiasi oleh Setyo pengurus Kelompok Tani Among Kismo I Sragi.
“Ini merupakan terobosan yang sangat baik untuk mengenjot produktivitas padi di Kabupaten Blitar, bhayangkan hasilnya di kelompok tani Among Kismo dengan menggunakan Metode Hayati Indonesia (MHI) varietas padi Inpari 42 dari 7,6 ton per/ha bisa meningkat menjadi 12 ton/ha .” Jelas Rijanto.
Menurut Setyo , pengurus Poktan Among Kismo I mengatakan MHI merupakan sistem pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi. Untuk peningkatan produktivitas padi, MHI menerapkan kombinasi teknologi Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR), Asam Hulmat, Asam Fulfat dan Asam Amino.
” Metode hayati tidak sulit, semua bahan bakunya tersedia melimpah di wilayah pedesaan, sehingga petani dapat memproduksinya sendiri sehingga mengurangi biaya usaha tani.” Tutur Setyo.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, wawan Widhianto mengatakan di Kabupaten Blitar lahan persawahan sanat luas dan produktif , dengan teknologi seperti sekarang ini akan menghasilkan panen yang melimpah. Kedepan secara bertahap petani harus menerapkan program HMI dengan mempersiapkan SDM melalui pelatihan – pelatihan yang di fasiliyasi oleh pemerintah daerah.
“ Perlu pendampingan yang terus menerus dari penyuluh pertanian kepada kelompok tani agar program MHI bisa berjalan lancar dan produksi meningkat sesuai harapan petani”. Kata Wawan Widihianto.
Total luas lahan sawah di Kabupaten Blitar sendiri sebanyak 31.976 hektare yang terdiri dari sawah irigasi seluas 28.519 hektare dan sawah tadah hujan seluas 3.457 hektre.(Asf)

Tinggalkan Balasan