Perjuangan Kartini Masa Kini di Ruang Isolasi RSUD Gambiran

Kediri – Dimasa pandemik corona saat ini, para wanita tenaga kesehatan adalah Kartini negeri ini yang berjuang di garis terdepan. Tak hanya keahlian yang harus dimiliki, tapi juga harus punya fisik yang prima.

Seperti Di RSUD Gambiran Kota Kediri, 19 tenaga kesehatan ditempatkan di Ruang Isolasi RSUD Gambiran, 11 di antaranya adalah wanita. Mereka berjaga 24 jam terdiri dari 3 shift (pagi, siang, dan malam) ditambah 1 shift bebas.

Bahkan untuk tenaga kesehatan yang anak-anaknya masih kecil, mereka memilih untuk tidak pulang ke rumah. Rumah sakit menyediakan kamar untuk ruang karantina untuk mereka yang tidak pulang ke rumah. 

“Rumah sakit menyediakan ruang karantina untuk petugas Ruang Isolasi. Jadi mereka bertugas selama 7 hari di Ruang Isolasi, kemudian libur 7 hari. Nah, waktu libur itu mereka tidak pulang ke rumah tapi dikarantina di Gambiran dengan semua fasilitas,” terang dr. Fauzan Adhima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

“Bagi saya, selain menaati SOP, tidak boleh stres dan slalu dibawa happy,” demikian kiat Yatiani, salah satu perawat dalam menjalankan tugas beratnya. Baginya, menangani pandemik bukan untuk pertama kali. Ia pun pernah bertugas era pandemik SARS COV 1 tahun 2011. Tapi saat itu sifatnya hanya jaga-jaga, bukan menangani pasien seperti sekarang.

“Himbauan kami dari Ruang Isolasi, mohon masyarakat di luar untuk menaati aturan pemerintah. Tinggal di rumah, pakai masker, dan rajin cuci tangan untuk memutus penyebaran virus ini,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Ruang Isolasi RSUD Gambiran ditempati oleh 13 pasien, 3 pasien di antaranya positif Covid-19 dan kondisi kesehatannya sudah mulai membaik. (ben)

Tinggalkan Balasan