Peringati Hari Bumi 2021 , Siswa , Guru Dan Karyawan SMAN 1 Srengat Blitar Di Latih Mengolah Sampah Organik Menjadi Gas Metan

Peringati Hari Bumi 2021, Guru Dan Siswa Dan Karyawan SMAN 1 Srengat Ikuti Pembelajaran Pengolahan Sampah Organik Menjadi Gas Metan Energi Terbarukan

Blitar , JTV Mataraman : Sampah merupakan suatu masalah yang perlu diperhatikan. Sampah merupakan penyumbang limbah terbanyak yang bisa membuat lingkungan mejadi kumuh dan berbau. Jika tidak diperhatikan dengan baik akan mengakibatkan permasalahan lingkungan seperti masalah kesehatan, kenyamanan, ketertiban, dan keindahan. Karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah kepada masyarakat , tak terkecuali para anak didik di bangku sekolah.

Seperti yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar, untuk mengedukasi  menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan sekolah dan rumah tentang pengelolaan sampah , kamis (08/04/2021),  SMA Negeri 1 Srengat menggelar pembelajaran pengelolaan sampah organik yang dapat menghasilkan gas metan sebagai energi terbarukan yang bisa dijadikan pengganti gas elpiji , dengan mendatangkan  tiga nara sumber dari petugas pengelola sampah  wisata edukasi Tempat Pembuangan Akhir ( TPA)  Talang Agung, Kepanjen Kabupaten Malang.

Nara Sumber TPA Talang Agung, Kepanjen, Malang Kenalkan Teknik Pengolahan Sampah Kepada Peserta Guru Dan Siswa Dan karyawan SMAN 1 Srengat

Kegiatan itu  sekaligus untuk memperingati Hari Bumi  tahun 2021 , yang digelar di  ruang aula pertemuan SMAN 1 Srengat , Jl. Merdeka Bagelenan Srengat , diikuti puluhan siswa dan guru SMA Negeri 1 Srengat.

 Kepala SMA Negeri 1 Srengat , Sumino ,S.Pd,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan  Lembaga pendidikan atau sekolah merupakan wahana yang penting untuk mendidik dan membina para siswa  untuk mengerti dan memahami suatu ilmu. Pemahaman dan pengertian lingkungan sehat tidak cukup disampaikan dalam bentuk pesan-pesan lingkungan begitu saja namun perlu di implementasikan.

” Kegiatan yang kita lakukan sa’at ini merupakan bentuk implementasi cara menjaga lingkungan yang baik.  Para siswa dan guru serta karyawan SMAN 1 Srengat kita diberi pembelajaraan ( dilatih) mengelola sampah organik yang dapat menghasilkan gas metan dan energi terbarukan ini   sebagai alternatife pengganti gas elpiji bila dalam jumlah besar.” Kata Sumino,S.Pd.M.Pd kepada JTV Mataraman.

Lanjut Sumino,  berharap dengan pembelajaran  seperti ini  semoga ilmu yang didapat baik siswa maupun guru  dapat dipraktekan di lingkungan sekolah  dan rumah agar limbah dapat dimanfa’atkan sebagai mana mestinya dan juga untuk menjaga lingkungan tetap bersih , sehat dan nyaman.

“ Kami  sampaikan  terima kasih atas kesediaan nara sumber yang telah memberikan pengetahuan pengelolaan sampah dengan baik. Nantinya kami juga akan membuat gebrakan  “ Gerakan Membawa Sampah Organik “ dari rumah dikelola disekolah dan dimanfa’atkan untuk pembuatan gas  metan energi terbarukan sebagi alternatife pengganti gas elpiji  untuk  ditaruh kantin sekolahan.”  Jelasnya.

Garu Dan Siswa serta Karyawan SMAN 1 Srengat Melakukan Praktek Mengolah Sampah Organik Menjadi Gas Metan Di Pandu Nara Sumber TPA Talang Agung , Kepanjen ,Malang

Sumino menambahkan kegiatan ini juga  bagian untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan (adiwiyata) merupakan komitmen sekolah secara sistematis yang mengembangkan program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah.

“  Pemberian pengetahuan seperti merupakan  pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat . Ini dirasa sangat efektif ketika dilakukan pada siswa  dibangku sekolah. Saya berharap nantinya  dengan lewat gerakan membawa sampah  organik dari rumah , peserta didik dan  masyarakat sekitar bisa lebih peduli terhadap lingkungan,” Pungkasnya.

Mohamad Arifin selaku nara sumber kegiatan  pembelajaran pengelolaan sampah organik menjadi gas metan diSMAN 1 Srengat menyampaikan  teknik pembuatan gas metan denngan memanfa’atkan sampah organik tidaklah sulit. Pertama yang perlu disiapkan drum air  berbagai ukuran  diisi rajangan sampah organik , terus ditutup rapat atasnya  dikasih dua  lubang , untuk pemasangan selang paralon dan kran pengunci  agar tidak bocor untuk proses fermentasi. Kemudian dibagian bawah di kasih satu lubang dihubungkan ke plastik untuk menampung gas atau disalurkan ke pengguna.

“ Prosesnya  dipisahkan antara gas metan dengan air. Gas metan hasil pengambilan dari drum dialirkan ke pengguna. Sedangkan air masuk ke tempat penampungan kecil yang kemudian dibuang. Gas metan yang di hasilkan itu sudah bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur sebagai alternative gas elpiji dan  utamanya bisa energi listrik dan panas jika bersekala besar.” Jelas Mohamad Arifin atau Pak Ireng sebutan akrab salah satu pembicara dari wisata edukasi TPA Talang Agung, Kepanjen Kabupaten Malang ini.

Hamdan Ali Wafa , seorang  siswa klas XI IPA  SMA Negeri 1 Srengat mewakili peserta mengatakan dirinya beserta teman – temannya mengaku senang dengan adanya pembelajaran pengelolaan sampah organik menghasilkan gas metan yang dilaksanakan di sekolahnya.  Kegiatan itu sangat bagus dan sangat bermanfa’at bagi kalangan siswa untuk mengenalkan  teknologi pengelolala sampah yang jika dibiarkan menjadi limbah berbau busuk mengganggu kesehatan.

“ Banyak ilmu yang kita dapat , ternyata sampah yang seharian berada disekitar kita bisa dimanfaatkan sebagai gas , energi terbarukan bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari hari , yang bisa menjadi alternatif gas elpiji  yang ramah lingkungan.” Ucapnya.

Lebih lanjut Hamdan menyampaikan setelah mempratektan , ternyata  tidak sulit mengolah sampah yang bisa menghasilkan gas. “ Saya berharap semoga kegiatan yang baru dilaksanakan ini bisa memotivasi dan kita semua bisa menerapakan sebaik mungkin dan tentunya tetap semangat untuk Adiwiyata Nasional.” Jelas Hamdan Ali Wafa. (AS)

Tinggalkan Balasan