Perdalam Ilmu Agama, Narapidana Ikuti Pesantren Ramadhan Dalam Lapas

Tulungagung – Narapidana dan tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas dua B Tulungagung, mengikuti pelaksanaan pesantren ramadhan di dalam lapas.

Seperti pondok pesantren pada umumnya, kegiatan pengajian dan pembelajaran ilmu agama menjadi agenda rutin sehari hari, yang membedakan hanyalah santrinya mereka merupakan tahanan dan narapidana,” ucap Dedi Nugraha Kasi Binadik Lapas Kelas Dua B Tulungagung.

Ada 407 tahanan dan narapidana dari berbagai macam kasus yang menjadi santri di pesantren tersebut. Minimnya lokasi membuat pelaksanaan pesantren dibagai menjadi dua tahap.

“Mereka dengan tekun mendengarkan pengajian dan mengikuti semua agenda  pesantren yang terpusat di masjid muhajirin.” Tambahnya.

Pondok pesantren ini merupakan salah satu program lapas, untuk membekali ilmu agama terhadap tahanan dan narapidana.

Sebagai tenaga pengajar, pihak pengelola lapas bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di wilyah Tulungagung.

“Dengan adanya  pesantren ini diharapkan para santri akan menjadi lebih baik, setelah mereka keluar dari penjara,” jelasnya.

I’if Musonif salahsatu santri pesantren lapas mengatakan, dengan adanya karena bisa membantu menambah wawasan.

“Menambah wawasan trus ilmu, bisa lebih tau masalah agama,” ujar Iif.

Pesantren ini akan berlangsung hingga sepekan sebelum idul fitri. Selain mengikuti pesantren, para narapidana dan tahanan ini juga menjalankan aktifitasnya seperti hari biasa. (Danu)

Tinggalkan Balasan