Percantik Tampilan Produk UMKM, Bakorwil Malang Gelar Workshop Smartphone Food Photo Hacks

Blitar – Guna mendukung pelaku ekonomi di Jawa Timur, khususnya daerah Blitar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Koordinasi Wilayah Pembangunan dan Pertumbuhan (BAKORWIL) III di Malang mengadakan Workshop Smartphone Food Photo Hacks. Workshop tersebut akan diselenggarakan di salah-satu Hotel di Kota Blitar, Rabu (20/11/2019). Workshop ini diikuti oleh generasi milenial,seperti pelajar, pelaku UKM, IKM dan pelaku Ekonomi Kreatif dari Blitar. “Workshop Smartphone Food Photo Hacks akan ada sesi sharing materi mengenai cara dan kiat untuk memanfaatkan fasilitas yang terdapat pada smartphone untuk menghasilkan gambar produk yang dapat menarik konsumen. Mengingat kini kepemilikan smartphone di Indonesia sangat banyak. Sehingga dapat mengurangi pembiayaan untuk men-display produk UKM, IKM dan pelaku Ekonomi Kreatif.” Terang Benny Sampirwanto,Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan III Provinsi Jatim di Malang. Untuk menunjang hal tersebut, maka tampilan produk tentunya sangat diperlukan guna menarik hati konsumen. Untuk membuat tampilan produk lebih indah, maka perlu gear atau alat-alat yang diperlukan untuk publikasi, salah satunya adalah kamera. Namun, tidak semua pelaku ekonomi kecil memiliki kamera. “Nantinya para peserta yang terdiri dari pelaku UKM dan IKM, dapat saling berbagi pengalam maupun bertanya terkait cara-cara mengambil gambar yang menarik menggunakan smartphone terutama pada produk berupa makanan.”tambah Benny. Hal tersebut dilakukan karena para pelaku UKM, IKM dan Ekonomi Kreatif adalah salah satu kekuatan ekonomi Indonesia, tercatat sebanyak 54,9% ekonomi Jawa Timur didukung oleh UKM, IKM dan pelaku Ekonomi Kreatif. “Oleh sebab itu, peningkatan kualitas UKM, IKM melalui tampilan produk dapat mendukung meningkatnya ekonomi daerah.
Dengan diselenggarakannya Workshop Smartphone Food Photo Hacks para pelaku UKM, IKM dan Ekonomi Kreatif dapat membuat tampilan produknya lebih menarik dengan alat-alat yang minimalis, yakni berbekal smartphone. Selain itu, sinergitas antara pelaku ekonomi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur dapat terus terjalin.”pungkas Benny.

Tinggalkan Balasan