Pemkab Trenggalek Sepakat Tiadakan Salat Ied di Masjid Agung Serta Alun-Alun

Trenggalek – Pemkab Trenggalek mengambil keputusan untuk tidak mengizinkan menggelar salat ied di Masjid Agung Baiturrahman, alun-alun serta lapangan aset Pemkab untuk meminimalisir penyebaran covid-19.

Dijelaskan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Sholat Ied di Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek memiliki risiko tinggi. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan masyarakat lokal maupun pemudik memilih untuk menunaikan ibadah salat ied disana.

Sehingga dipastinya akan membuat kesulitan bagi takmir masjid untuk menjalankan protokol kesehatan yang telah diterapkan. Bupati menginstruksikan agar kegiatan salat ied dilaksanakan di lingkungan kecil masing-masing dan tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Selain itu Pemkab juga melarang kegiatan takbir keliling. Kegiatan tersebut bisa diganti ke rumah masing-masing, agar menghindari membuat kerumunan massa. Lalu untuk kegiatan open house dan silaturahmi pada hari raya juga ditiadakan.

“Bersilaturahmi bisa dilaksanakan secara virtual. Seluruh pejabat dan pegawai pemerintah juga mengikuti anjuran pemerintah tidak melakukan open house,” kata Mochamad Nur Arifin.

Karena itu bupati berharap seluruh masyarakat juga mematuhi dengan saling memaafkan dan mendoakan. Dengan berbagai upaya bersama itu diharapkan Kabupaten Trenggalek bisa menekan jumlah warga yang terpapar virus corona. (mbang/p7)

Tinggalkan Balasan