Pemerintah Hentikan Pencarian Korban Gempa dan Tsunami Palu, Seorang Warga Tulungagung Belum Ditemukan

Supeni menunjukan foto Hera Bhakti Sulistya anak sulungnya yang turut menjadi korban bencana tersebut hilang dan belum ditemukan.

Tulungagung – Bencana gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, masih menyiratkan rasa cemas bagi Supeni warga Dusun Ngreco Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu. karena sudah 14 hari Hera Bhakti Sulistya anak sulungnya yang turut menjadi korban bencana tersebut hilang dan belum ditemukan.

Hera Bhakti Sulistya yang bekerja sebahai juru mudi kapal tugboat armada 2 milik PT. Maluku Transitmen yang berkantor pusat di Ambon saat terjadi gempa dan tsunami sedang bersandar di pelabuhan Watusampu Kota Palu.

“Saat peristiwa gempa dan tsunami terjadi kapalnya sedang bersandar di pelabuhan Watusampu Kota Palu,” jelas Supeni Sambil menunjukan foto Puteranya.

Lanjut Supeni, kapal tersebut bersandar setelah mengirim pasir besi di samrinda, di saat sandar hera tengah memperbaiki tugboatnya dan tiba-tiba di terjang tsunami.

Sebelum di gulung tsunami Hera, hari jum’at (28/09/2018) sekitar pukul 17.00, sempat berkomunikasi dengan orang tuanya namun setelah tersiar kabar terjadi bencana gempa dan tsunami sudah tidak dapat dihubungi lagi.

“Satu jam sebelum bencana terjadi sempat sempat saya hubungi,” tambah supeni.

Bahkan hari ini kamis (11/10/2018) atau ke-14 ini Hera belum diketahui keberadaannya, namun pihak keluarga masih mempunyai keyakinan jika Hera masih bisa ditemukan.

“Keluarga akan menyebar foto hera di lokasi bencana, karena kami masih meyakini hera masih bisa diselamatkan,” lanjut.

Meski tanggal 11 ini pihak pemerintah telah menghentikan proses pencarian dan evakuasi korban gempa dan tsunami namun pihak keluarga tetap berharap kepada pemerintah indonesia memperpanjang lagi proses pencarian dan evakuasi korban.

“Keluarga berharap kepada pihak perusahaan yang mempekerjakakan ananya / bersedia untuk bertanggung jawab,” pungkas Supeni.

 

Tinggalkan Balasan