Pembangunan Bandara Internasional Kediri Dimulai, Meski Di Tengah Pandemi Covid-19

Kediri – Pembangunan Bandara Internasional Kediri yang berada di wilayah Kabupaten Kediri resmi dimulai 15 April yang lalu lewat pencanangan virtual “Video Conference” dan penekanan tombol sirine jarak jauh dari Jakarta oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Hingga saat ini (18/4) sejumlah alat berat juga terus dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembangunan.

Luhut mengatakan pembangunan bandara Internasional di Kediri ini atas ide Direksi PT Gudang Garam Tbk yang menyampaikan keinginan membuat Bandara. “Ini adalah kerjasama berserajah karena baru pertama kali disponsori oleh swasta,” kata Luhut.

Adapun skema pembangunan bandara ini menurut Luhut, dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited. Hal ini sesuai dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2015 dan Permenhub Nomor 58 Tahun 2018, dimana PT Surya Dhoho Investama (anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk.) akan melakukan kerjasama operasional dengan PT Angkasa Pura I sebagai pemegang BUBU (badan usaha bandar udara).

Direktur Utama Angkasa Pura 1 Faik Fahmi mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) telah dilakukan pada Selasa, 10 Maret 2020 lalu. Bentuknya adalah Build Operate Transfer (Bangun Guna Serah) dalam kurun waktu sesuai perjanjian konsesi. “Angkasa Pura 1 berkomitmen untuk bersama-sama Gudang Garam melaksanakan operasional Bandara Kediri secara profesional, guna memenuhi semua persyaratan kelayakan layanan sebuah bandara,” kata Faik Fahmi.

Sementara itu Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata Taswin Siddharta mengatakan tujuan dari pembangunan bandara ini adalah meningkatkan konektivitas dan memperbaiki disparitas pembangunan khususnya di Provinsi Jawa Timur bagian Selatan.

Bandara Kediri ini juga disiapkan melayani penerbangan internasional untuk keperluan ibadah haji dan umroh, hingga memudahkan keberangkatan jamaah haji dari beberapa daerah di wilayah Mataraman. Selain itu juga memudahkan tenaga kerja migran di luar negeri yang berasal dari daerah sekitar untuk melakukan perjalanan.

Secara teknis, bandara ini akan dilengkapi landasan pacu sepanjang 3.300 meter yang dapat melayani pesawat badan lebar kelas 4E untuk rute penerbangan domestik dan internasional. “Kami berharap pembangunan bandara ini bisa terlaksana dengan baik dan membawa manfaat bagi kita semua,” kata Istata. Beny

Tinggalkan Balasan