Peduli Bencana, Kampung Coklat Besama Ribuan Jama’ah Pengajian Galang Dana Gempa Tsunami Palu dan Donggala

Blitar – Pengelola Wisata Edukasi Kampung Coklat bersama ribuan Jama’ah pengajian Desa Plosorejo Kecamatan kademangan kabupaten Blitar menggalang dana untuk membantu korban gempa tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.
Penggalangan dana dilaksanakan seusai pengajian yang digelar di Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Sabtu (6/10/2018).

Penggalangan dana dilakukan dengan menyebarkan celengan masjid kepada jama’ah pengajian untuk diisi uang sumbangan jama’ah. Dari donasi ini terkumpul uang sebanyak Rp 5.567.500.00,- “ Donasi bantuan dari para jama’ah ini akan kami salurkan disalurkan kepada korban gempa Palu, Sigi dan Donggala melalui Lazis NU (Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama) dan kami berharap bantuan yang bisa kita lakukan ini bisa sedikit meringankan saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah,” Ucap Manager Kampung Coklat, Akhsin Al Fata.

Dikatakan, penggalangan dana ini merupakan wujud kepedulian Kampung Coklat sebagai anak bangsa. Penggalangan dana ini tidak memandang suku, ras dan agama. Seluruh korban bencana di Sulteng adalah saudara sebangsa dan setanah air. “Disinilah kami memiliki spirit untuk ikut serta membantu mereka. Mereka adalah saudara kita, apa yang mereka rasakan kami juga merasakan. Sehingga kesedihan dan duka bagi mereka juga duka bagi kami,” tegas Akhsin Al Fata.

Sementara itu menurut penceramah KH. Arif Zamroni, yang hadir dalam acara penggalangan dana menuturkan kegiatan ini sangat positif untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah di dalam ajaran Islam sangat dianjurkan untuk membantu sesama. Bahkan ditegaskan oleh penceramah ini meringankan beban korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala bukan hanya kewajiban sesama muslim. Tapi kewajiban dari seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, bangsa, ras dan agama.

“Sakitnya salah stau adalah sakit kita semua. Kita dan mereka adalah satu tubuh yang mana satu sama lain saling melengkapi. Sehingga ini adalah bagian dari amal bersama yang harus kita galang bersama secara nasional,” katanya.

“Persaudaraan berbangsa dan bernegara adalah semangat sesama muslim yang sebenarnya sudah dikembangkan sejak jaman foundhing father kita dulu. Ini sejak jaman dahulu para ulama-ulama kita membangun nusantara ini dengan ukhuwah islamiyah yang luar biasa. Bersatu tanpa memandang suku, ras dan agama adalah semangat kemanusian yang dibangun oleh Islam yang menjadi agama kita,” tegas KH. Arif Zamroni.

Sebagai informasi, Wisata Kampung Coklat desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar , rutin menggelar pengajian setiap hari sabtu pagi. Pengajian ini diikuti oleh ribuan jama’ah dari dalam dan luar Blitar dan para jama’ah disiapkan hidangan berupa makanan dan minuman secara gratis. (M.Asrofi)

Tinggalkan Balasan