Pasca Banjir SDN Bululawang 2 Harapkan Kepada Pemkab Blitar Datangkan Alat Berat Pengeruk Material

Blitar – Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Bululawang 2 kecamatan Bakung kabupaten Blitar sempat terganggu adanya air disertai lumpur tanah masuk ke dalam kelas dan ruang guru. Kejadian tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 18 desember 2018 yang lalu hingga saat ini dengan harapan Pemerintah Kabupaten Blitar membawa Alat Berat Pengeruk Material.

Wartawan Jtvmataraman.com mendatangi langsung ke lokasi kejadian, kamis (17/1/2019), menurut pantauan, kelas sudah dalam keadaan bersih dibandingkan beberapa hari lalu yang dipenuhi air dan lumpur tanah mencapai tinggi hingga 30 cm. Namun, selokan di depan kelas nampak tergenang air.

Akibatnya bagian depan kelas kotor dan licin karena sisa lumpur, sehingga para guru dan siswa harus berhati-hati saat berjalan serta terpaksa dalam proses KBM tidak megenakan alas kaki.

Suminto kepala SDN Bululawang 2 menjelaskan jika selokan di depan kelas saat hujan di penuhi air yang mengalir dari atas karena sekolahan tersebut dekat dengan bukit, tanah yang ikut aliran air memenuhi saluran selokan hingga akhirnya meledak dan membanjiri kelas. Tidak hanya tanah namun juga batu yang ikut menggelinding ke bawah. Sehingga ribuan batu tertumpuk dan memperparah kondisi.

Kejadian ini tentu menyedot beberapa pihak termasuk BPBD, Polres Blitar, Polsek Bakung dan Koramil. Sejauh ini pihak pemerintah kabupaten Blitar belum memberikan penanganan yang pasti terhadap peristiwa yang di alami SDN Bululawang 2 tersebut.

“Dari pemerintah masih belum ada penanganan, meskipun kejadian ini berlangsung setiap tahunnya di musim hujan, anak-anak tetap semangat mengikuti KBM. Semangat belajar mereka sangat luar biasa, para guru juga semangat dalam proses KBM meskipun sedikit terganggu pasca banjir beberapa hari yang lalu.” Kata Suminto kepala SDN Bululawang 2.

Kondisi terparah juga pada ruang toilet, terlihat bangunan tua dan ketika dibuka dipenuhi dengan lumpur tanah. Kondisi ini mengakibatkan beberapa siswa dan guru yang ingin buang air kecil harus pulang ke rumah masing-masing atau di toilet milik warga sekitar.

Suminto berharap pemerintah kabupaten segera memberikan solusi dan bergerak agar saat hujan turun tidak terjadi banjir disertai lumpur tanah. Karena diketahui tidak hanya sekolahan namun juga masyarakat sekitar yang mendapatakan dampaknya.

“Harapan besar saya semoga pemkab mendatangkan alat berat untuk mengeruk material yang diakibatkan banjir. Sehingga ribuan batu dan tanah yang menumpuk dapat diatasi dengan alat berat tersebut.” Harap Suminto. (Ervin)

Tinggalkan Balasan