Pameran Keliling Museum Mpu Tantular, Benda sejarah Yang Terlupakan

Tulungagung – Museum merupakan tempat yang di gunakan untuk melestarikan peninggalan sejarah, kebudayaan jaman dahulu, yang berhasil di temukan oleh manusia modern. Namun, keberadaan museum saat, tidak banyak di lirik oleh masyarakat, baik umum maupun dari kalangan pelajar, untuk mengetahui, serta belajar tentang kebudayaan masa lampau melalui barang barang, peninggalan nenek moyang kita itu.

Sehingga saat ini pengunjung museum di Indonesia khususnya Jawa Timur terhitung cukup sedikit, padahal peninggalan kebudayaan masa lampau nenek moyang bangsa Indonesia ini sudah banyak yang terkenal hingga ke luar negeri.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan museum museum yang ada di luar negeri, di mana di sejumlah negara maju, museum merupakan lokasi tujuan favorit bagi wisatawan, saat mengunjungi negara tersebut, hingga pengunjung museum selalu membludak jumlahnya.
Menyadari kondisi tersebut, membuat pengelola museum mpu Tantular milik pemerintah provinsi Jawa Timur yang berada di Sidoarjo , berupaya mengenakan koleksi museum yang dimilikinya, kepada masyarakat dengan cara jemput bola, salah satunya dengan menggelar pameran keliling, pesona benda bersejarah, koleksi museum mpu Tantular yang di gelar di balai rakyat kabupaten Tulungagung.

Menurut kepala Upt museum mpu Tantular Edi Irianto, langkah ini diambil untuk lebih memperkenalkan koleksi museum pada masyarakat Jawa timur, “ya berharap masyarakat, lebih banyak mengetahui koleksi yang dimiliki museum” ucap Edi .
Pameran yang di gelar mulai tanggal 27 sd 29 Maret 2018 ini, juga sebagai informasi kekayaan dari budaya daerah, khususnya jawatimur, untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap keberadaan museum.

“Tujuan pameran sendiri, untuk menunjukkan eksistensi museum mpu Tantular pada masyarakat, mengisnpirasi generasi muda tentang sejarah, sebagai cermin pembangunan budaya kedepannya, serta Ikut memotivasi kabupaten Tulungagung untuk mengembangkan museumnya” tambahnya.

Pameran keliling museum mpu Tantular yang berada di kabupaten Tulungagung ini, di tanggapi positif oleh Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs ) Bupati Tulungagung Djarianto, menurutnya pameran seperti ini bisa merangsang permuseuman di Tulungagung, karena Tulungagung mempunyai sejarah tentang homo wajakensis, dan peninggalan peninggalan ini harus di gali, karena homo wajakensis ini sudah dikenal dunia.

Sebenarnya ada potensi yang luar biasa, yang menjadi kebanggan Tulungagung, yaitu keberadaan homo wajakensis ini, harapannya di daerah Tulungagung selatan, atau di tempat fosil homo wajakensis ini di temukan, untuk di bangun monumen, dan tehnisnya akan berkoordinasi dengan para arkeolog, terlebih dahulu.

“Saya berharap museum, bisa di kembangkan, dan menjadi lokasi wisatawan untuk berkunjung, tidak seperti sekarang ini, image museum seperti barang rosokan yang sudah tidak berharga ” ungkap Djarianto .

Dalam pameran ini beragam jenis benda sejarah di pamerkan, mulai patung, alat pertanian, benda pusaka seperti keris dan banyak benda sejarah yang lain. (Bondan)

Tinggalkan Balasan