Padi PIM Milik Petani Blitar Tertinggi Dengan Bulir Terbanyak

Padi raksasa milik seorang petani di Kabupaten Blitar, sebagian telah dipanen oleh pemiliknya, hasilnya jumlah panen dua kali lipat dari padi yang biasa dipanen.

Blitar – Tanaman padi milik kakak-beradik, Imam Syafii dan Diyaudin, Warga Kelurahan Sumberdiren Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Tanaman padi raksasa diberi nama PIM atau Petani Pari Indonesia Menggugat.

Tidak tanggung-tnggung, padi varietas PIM memiliki tinggi berkisar antara satu setengah hingga dua meter. Tidak hanya tinggi, padi PIM  juga memiliki batang lebih besar dibandingkan dengan jenis padi lainnya.

“Untuk tangkai gabah lebih panjang, sehngga bulir gabah mencapai delapan ratus hingga sembilan ratus lima puluh buah” jelas Imam Syafii Petani padi raksasa.

Padi jenis PIM bermula dibeli imam dari boy, seorang penyuluh pertanian lapangan di kecamataan kanigoro. “Setelah saya lakukan uji coba di dua lahan berbeda di Desa Combong, padi PIM telah habis dipanen, sementara padi yang yang lain masih akan dipanen sepekan lagi.

“Sejak menanam padi PIM hasil panennya dua kali lipat, dibandingkan dengan jenis padi lainnya. dalam seperempat hektar bisa mendapatkan padi sekitar satu setengah ton lebih” tambahnya.

Untuk lahan setengah haktar miliknya, imam bersama adeknya memperkirakan akan mendapatkan lima sampai enam ton gabah. Padahal jika menggunakan jenis padi lain, untuk lahan setengah haktare hanya mendapat tiga sampai tiga setengah ton.

“Untuk pemeliharaan jenis padi PIM sama dengan jenis padi lainnya. Hanya saat akan menanam, lahan harus diberi pupuk kandang dahulu dan sesudah masa tanam harus diberi formula racikan sendiri” tambah Moh Udin petani padi raksasa.

Untuk masa tanam hingga panen juga sama dengan padi lainnya, yakni sekitar 120 hari. (Asrofi)

Tinggalkan Balasan