Operasi Zebra di Tulungagung : 70 Persen Pelanggar Lalu Lintas adalah Pelajar

Petugas Lalulintas Polres Tulungagung saat menilang Seorang pelajar. (foto/ Danu)

Tulungagung – Operasi Zebra semeru 2018 digelar mulai 30 oktober hingga 12 november 2018, oleh Satuan Lalulintas Polres Tulungagung. Operasi yang dilakukan selama dua minggu tersebut Polisi berhasil melakukan penilangan terhadap 3.399 pelanggaran. Senin (12/11/2018.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP. Wisnu Setiawan Kuncoro mengatakan operasi zebra yang di arahkan ke tujuh pelanggaran meliputi penggunaan helm SNI, pengendara yang masih nekat melawan arus, pengendara mobil yang tidak menggunakan seatbelt atau sabuk keselamatan, menggunkan HP saat berkendara, pengendara dibawah umur, kendaraan barang dilarang mengangkut orang hingga kelengkapan berkendara.

“Operasi Zebra kita arahkan kepada tujuh pelanggaran,” jelasnya.

Lanjut Wishnu, Sementara kendaraan sepeda motor mendominasi pelanggaran dan 70 persen pelanggaran merupakan pengendara dibawah umur atau pelajar lantaran tidak bisa menunjukkan surat ijin mengemudi (SIM).

“Tujuh puluh persen pelanggar adala dibawah umur atau pelajar,” tambahnya.

Polantas akan terus menggencarkan operasi terhadap pengendara dibawah umur terutama pelajar. Karena dikhawatirkan dengan usia dibawah 18 tahun saat mengendarai kendaraan hanya nekat dan terjadi kecelakaan.

“Kami “polisi” meminta peran aktif orang tua untuk meluangkan waktu mengantar dan menjemput sekolah,” pungkasnya. (Danu)

Tinggalkan Balasan