Nikmatnya Dawet Semar, kuliner khas Blitar

Blitar – Tentu saja masyarakat luas sudah mengetahui apa itu dawet. Dawet merupakan minuman tradisional yang dibuat secara tradisional dan memiliki rasa yang khas, perpaduan antara cendol hijau, santan dan gula merah. Namun dawet akan sangat berbeda jika dicampur dengan bahan lain.

Di desa Slorok kecamatan Garum tepatnya di kabupaten Blitar, ada yang menjual dan menawarkan dawet dengan rasa yang unik. Pemilik dawet, Yuli Ratna Sari istri dari kepala desa Slorok merupakan pemilik dawet Semar mengatakan jika dawetnya memiliki Tiga varian rasa selain original yakni rasa durian dan coklat. Tidak hanya itu, penambahan toping seperti kacang hijau, susu putih dan biji selasih sengaja dipersiapkan utk menambah kenikmatan.

Dawet Semar ini juga tidak sembarangan, bagi pembeli yang meminum di tempat disediakan mangkuk yang terbuat dari gerabah. Hal ini menjadi cita rasa yang lebih khas dan terasa nikmat. Untuk rasa original di bandrol harga 4 ribu, coklat 5 ribu, dan durian 7 ribu. Campuran rasa durian dan coklat menjadi paling mahal yakni 8 ribu.
Penikmat dawet bisa membelinya dengan mudah yakni di sejumlah outlet yang tersebar di wilayah kecamatan Garum. Terdapat 4 outlet yang siap menghilangkan dahaga konsumen yang meneguknya, diantaranya di daerah Sidodadi, pasar Kutukan utara puskesmas Tingal dan Bulak Tawangsari.

“Dawet Semar ini saya bangun pada tahun kemarin, 1 mei 2017. Sudah satu tahun lebih, awalnya saya belajar dari mitra saya yang sukses jualan dawet dan saat ini sudah memiliki cabang di Blitar. Akhirnya saya juga belajar jualan dawet. Saat pertama jualan hanya di sidodadi dan sekarang sudah nambah tiga tempat lagi. Karena pelanggan menaruh hati terhadap Dawet Semar. Seringkali saya mengantar santan dan bahan-bahan lainya apabila kehabisan” Tutur Yuli Ratna Sari, kamis (13/9/2018).

Dawet yang digemari dari berbagai kalangan ini juga menerima pesanan untuk berbagai acara. Yasinan, hajatan nikahan ataupun khitanan. Bahkan setiap bulan Ramadhan dawet Semar ini akan laris manis untuk buka puasa, takjil dan lain sebagainya.

Yuli menambahkan jika dawetnya pernah sampai mengikuti acara festival panji Penataran internasional yang diadakan oleh Pertakina Dinas Posbudpar. Acara ini dihadiri oleh bupati Blitar H Rijanto beserta jajarannya dan juga dari berbagai negara yang dilaksanakan di Penataran. Disana menyuguhkan berbagai macam kuliner Internasional seperti dari China dan Brunei.

“Untuk daerah Blitar kebetulan bagian minumannya pesan dari dawet saya, saya juga sempat berfoto dengan pak bupati Rijanto di depan gerobak saya.” Tambahnya. Dengan berdagang dawet, Yuli Ratna Sari bisa menghasilkan satu bulan bersih tiga sampai lima juta dan untuk memanjakan lidah para pelanggannya Dawet Semar tahun ini memberikan program inovasi yaitu minum GRATIS setiap hari Jum’at dengan rasa Original, konsumen bisa minum di tempat yang sudah disedikan yakni di outlet Sidodadi, depan Pasar Kutukan, Tawang sari dan Tingal.

“Rencana ke depan akan dikembangkan lebih banyak lagi untuk outletnya. Kemudian harapannya bisa berkembang dan bisa lebih maju lagi. Memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dan memberikan banyak kemanfaatan dengan adanya dawet Semar ini. Semakin disukai konsumen. Dukungan dari masyarakat sangat saya butuhkan untuk menunjukkan bahwa kita mengunggulkan produk-Produk tradisional. Ayo Bela Beli Produk Blitar. A B C D ( Anak Blitar Cinta Dawet). ” Kata istri kepala Desa Slorok kecamatan Garum, Blitar Yuli Ratna Sari. (Ervin)

Tinggalkan Balasan