Nelayan Prigi Geruduk DPRD, Minta Rencana Pembangunan Pelabuhan Batal

Trenggalek – Sebanyak lima belas perwakilan nelayan Prigi Watulimo mendatangi DPRD Trenggalek. Mereka menuntut pemerintah membatalkan rencana pembangunan pelabuhan niaga di kawasan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo.

Pasalnya, pembangunan tersebut akan menimbulkan sejumlah persoalan baru bagi nelayan yang selama ini menggantungkan hidupanya dari tangkapan ikan di laut selatan.

Persoalan tersebut diantaranya rusaknya ekosistem laut di sekitaran pantai prigi, yang berimbas pada sulitnya menangkap ikan.

“Dipastikan dengan adanya pelabuhan niaga, lokasi menangkap ikan nelayan prigi akan semakin juah dari sekitar lima mil nenjadi lebih dari empat puluh milih dari pesisir pantai” ujar Ahmad soleh, juru bicara perwakilan nelayan Prigi saat bertemu Anggota DPRD Trenggalek.

Selain itu, dengan pembangunan pelabuhan niaga di kawasan teluk prigi, akan semakin mempersempit tempat bersandar kapal nelayan. “Nelayan menuntut agar wakil rakyat meneruskan dan mengambil kebijakan untuk tidak melanjutkan rencana pembangunan pelabuhan niaga yang sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat tersebut”, lanjut soleh.

Keputusan nelayan Prigi untuk menolak pembangunan pelabuhan niaga sudah bulat dan tidak bisa ditawar lagi. “Nelayan tetap menginginkan kawasan pantai selatan prigi menjadi pelabuhan perikana dan wisata”, tambahnya.

Sementara itu, ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam menyampaikan akan menindaklanjuti tuntutan nelayan ke pemerintah provinsi dan pusat. Pihaknya meminta batas waktu satu minggu untuk menindaklanjuti masalah tersebut. (Karyanto)

Tinggalkan Balasan