Musim Kemarau, BPBD Himbau Potensi Kebakaran di Kota Kediri

KediriMeski saat ini telah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, memastikan Kota Kediri aman dari bencana kekeringan. Menurut keterangan Kepala BPBD Kota Kediri, Syamsul Bahri, pihaknya telah Meski saat ini telah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, memastikan Kota.

Kediri aman dari bencana kekeringan. Menurut keterangan Kepala BPBD Kota Kediri, Syamsul Bahri, pihaknya telah melakukan pengecekan di satu titik wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, tepatnya di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
Saat dilakukan pengecekan ternyata debit air,yang bersumber dari Gunung Wilis tersebut masih dalam batas normal dan mencukupi untuk kebutuhan sehari hari bagi masyarakat, yang tinggal di lereng kaki gunung klotok. Ditambhakan, Syamsul Bahri, selama ini pendistribusian air ditempatkan pada tandon, kemudian turun disalurkan ke bawah.

BPBD mengklaim sejak tahun 2017 wilayah Kota Kediri, sudah dinyatakan bebas dari musibah kekeringan. Meski begitu ia mengakui pada tahun 2016 lalu, debit air di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto, sempat mengalami penurunan.

“Namun ketika itu BPBD masih menilai wajar dan masih belum diperlukan adanya droping air ke warga,” jelas Syamsul Bahri.

Pada saat memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, selain bencana kekeringan BPBD Kota Kediri juga menghimbau kepada masyarakat kota kediri untuk waspada terhadap terjadinya potensi kebakaran, baik itu yang terjadi ditempat pemukiman penduduk mau pun di lahan kebun tebu.

“Potensi kebakaran lahan tebu yang terjadi akhir akhir ini dimungkinkan karena pembuangan puntung rokok secara sembarangan dan pembakaran lahan,” imbuh Syamsul Bahri.

Ia menghimbau, agar hal ini tidak sampai terjadi, diperlukan kesadaran bagi warga agar tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan orang banyak.

BPBD Kota Kediri mencatat dalam rentang kurun waktu 1 bulan ini, sudah terjadi dua kali peristiwa kebakaran di lahan tebu. (yos) melakukan pengecekan di satu titik wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, tepatnya di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
Saat dilakukan pengecekan ternyata debit air,yang bersumber dari Gunung Wilis tersebut masih dalam batas normal dan mencukupi untuk kebutuhan sehari hari bagi masyarakat, yang tinggal di lereng kaki gunung klotok. Ditambhakan, Syamsul Bahri, selama ini pendistribusian air ditempatkan pada tandon, kemudian turun disalurkan ke bawah.
BPBD mengklaim sejak tahun 2017 wilayah Kota Kediri, sudah dinyatakan bebas dari musibah kekeringan. Meski begitu ia mengakui pada tahun 2016 lalu, debit air di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto, sempat mengalami penurunan.
“Namun ketika itu BPBD masih menilai wajar dan masih belum diperlukan adanya droping air ke warga,” jelas Syamsul Bahri.
Pada saat memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, selain bencana kekeringan BPBD Kota Kediri juga menghimbau kepada masyarakat kota kediri untuk waspada terhadap terjadinya potensi kebakaran, baik itu yang terjadi ditempat pemukiman penduduk mau pun di lahan kebun tebu.
“Potensi kebakaran lahan tebu yang terjadi akhir akhir ini dimungkinkan karena pembuangan puntung rokok secara sembarangan dan pembakaran lahan,” imbuh Syamsul Bahri.
Ia menghimbau, agar hal ini tidak sampai terjadi, diperlukan kesadaran bagi warga agar tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan orang banyak.
BPBD Kota Kediri mencatat dalam rentang kurun waktu 1 bulan ini, sudah terjadi dua kali peristiwa kebakaran di lahan tebu. (Ben)

Tinggalkan Balasan