Menengok Kampung Gerabah Di Blitar Melesarikan Warisan Leluhur

Blitar,JTV Mataraman.com : Nggak hanya kerajinan mebeler , Kabupaten Blitar juga terkenal akan kerajinan gerabah. Kerajinan berbahan baku tanah liat ini berada di Dusun Precet Desa Plumpung Rejo, Kecamatan Kademangan yang dikenal dengan sebutan Kampung Gerabah.
Di sentra kerajinan gerabah ini tak kurang dari 200 perajin mulai yang tradisional hingga modern, yang tradisional berupa alat rumah tangga sepeti Cobek, Tungku , Gorengan Kopi, Mangkok, Cangkir, Kendi dan lain – lain. Kemudian yang modern mulai dari jenis souvenir seperti Patung, Guci, Meja kursi, Vas dan sebagainya.
Salah satu perajin Burhanuddin (31) mengatakan memulai mengembangkan gerabah sejak tahun 2009 meneruskan usaha orang tuanya. Tertarik sebagai pembuat gerabah karena bahan dasar tanah liat di tempat ini sangat melimpah.
”Gerabah ini adalah warisan leluhur harus dilestarikan . Awalnya dulu tahun 1995 ayah saya membuat gerabah dan sempat mengalami keterpurukan dan pada tahun 2014 saya kembangkan menjadi kampung wisata dan ternyata berkembang pesat,” Kata Burhanudin ,Sabtu(29/08).
Kini banyak kalangan sangat berminat belajar membuat gerabah di tempatnya. Mereka datang dari berbagai daerah. Dalam sebulan hampir 4 hingga kali , rombongan pelajar dan wisatawan yang ingin belajar membuat gerabah. Bagi pengunjung yang ingin bisa dengan baik membuat gerabah, Burhanuddin mempersilakan untuk belajar di tempatnya sampai mahir.
Untuk produksi gerabah Burhan di bantu 10 karyawan dengan omzet per bulan sampai 25 juta. Berbagai motif yang diproduksi, motif gerabah Blitar diambil dari kearifan lokal. Seperti candi, ikan koi dan bunga kenanga. Gerabah interior dan suvenir produk kampung ini banyak dipasarkan ke Bali, Jakarta Kalimantan dan beberapa kota besar di Indonesia.” Satu bulan saya menghasilkan sampai 2000 gerabah dengan harga jual mulai dari Rp.5 ribu hingga Rp. 850 ribu tergantung jenis , ukuran dan motif.” Tutur Burhan.
Sementara itu Subakat, Kepala Desa Plumpungrejo mengatakan terus mendorong kepada para perajin gerabah didesanya terus berinovasi agar mutu dan kualitas yang dihasilkan baik dan semakin menarik.” Kami akan memfasilitasi dan menyemangati biar tidak punah, Jangan sampai perajin sudah semangat tapi desa tidak mau merespons.”Kata Subakat.(As)

Tinggalkan Balasan