Menengok Harumnya Laba Bisnis Farfum Hasan Bin Salim Warga Berdarah Timur Tengah

Blitar – Bagi seorang lelaki muslim memakai wangi-wangian merupakan sunah dari Rasulullah SAW. Bahkan itu di anjurkan ketika hendak menunaikan ibadah sholat anjuran selain memakai pakaian terbaik, agar dapat merasakan kenikmatan saat beribadah sholat.

Pemilik toko Harum Hasan bin Salim bin Muhammad bin Murdhoh merupakan asli pribumi keturunan Arab asal dusun salam, RT 01 RW 01 desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Blitar menjual bermacam-macam bibit farfum, berbagai aroma Timur Tengah dan Barat yang alami non alkohol.

Produknya bahkan terkenal dari kalangan Jama’ah Haji dan Umroh baik dari Blitar maupun luar kota. Jika menelusuri jejaknya, Hasan sudah jualan farfum sejak tahun 2008 hingga sekarang. Sebelumnya ia tinggal di Surabaya, namun pada tahun 2008 berpindah ke Blitar untuk merintis farfum.

Hasan bin Salim mengatakan ia memutuskan untuk berjualan farfum tidak hanya mencari keuntungan, akan tetapi juga ingin mendapatkan barokah dari mengerjakan sunah Rasul. Niat tulusnya inilah yang mendasari dirinya untuk meracik farfum murni non alkohol.

“Yang penting kan niatnya, kita membuat farfum murni dengan kualitas baik yang saya impor dari Perancis, Jerman dan Arab. Namun, memang ada konsumen yang ingin di campur agar farfumnya lebih banyak. Alhamdulillah, pesanan selalu ada terutama dari jama’ah haji dan umroh. Kadang mereka sampai memesan hingga 300 sampai 500 botol dengan ukuran 3 ml sampai 7 ml.” Tuturnya.

Selain kualitasnya di jamin 100% murni, Toko Harum ini menjual parfum dengan harga yang tidak akan menguras kantong. Pasalnya disini per mili liter hanya dijual dengan harga Rp. 2.500, ada pilihan ukuran mulai dari 3 ml hingga 10 ml dengan harga Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000.

“InshaaAllah, harumnya bisa bertahan sampai 1 bulan. Jika di cuci pun juga tidak mudah hilang baunya, karena memang murni. Disini juga banyak pilihan jenisnya seperti untuk religi dan umum. Kalau religi biasanya ini banyak peminatnya, saya kan jualannya tidak hanya di toko tapi juga ada saat acara sholawatan akbar seperti Habib Syech, pengajian akhad, majelis taklim dan lainnya.” Ungkapnya.

Untuk jenis aroma biasanya konsumen cocok-cocokan, karena setiap orang tidak memiliki kesamaan dalam memilih aroma. Maka dengan itu, Toko Harum menyediakan berbagai jenis aroma seperti malaikat subuh, ini paling di gemari para santri, lalu ada kasturi, japaron, dan lain sebagainya.

“Saya tidak tahu ke depan seperti apa, karena semua Allah yang mengatur. Saya hanya berusaha mencari nafkah dengan cara halal dan semoga barokah. InshaaAllah rezeky sudah ada yang mengatur, berbuat jujur saja dan InshaaAllah tetap dapat untung.” Kata Hasan bin Salim yang wajahnya blesteran Arab ini, minggu (04/11/2018). (Ervin)

Tinggalkan Balasan