Menengok Desa Umbul Damar Kecamatan Binangun Blitar “Dari Desa Tertinggal Menjadi Duta Desa Terbaik Inovasi”

Blitar – Desa Umbul Damar Kecamatan Binangun merupakan salah satu dari 220 desa di kabupaten Blitar yang semula menyandang Inpres Desa Tertinggal (IDT) atau memiliki sebutan daerah tertinggal kini menjadi desa berkembang. Sebelumnya di Desa Umbul Damar banyak warga kurang mampu yang tinggal dengan keadaan ekonomi yang kurang, sebagian besar masyarakatnya memiliki profesi sebagai petani atau buruh tani .

Dulu sering dipandang sebelah mata kini berubah seratus derajat menjadi desa berkembang yang memiliki banyak prestasi. Secara ekonomi masyarakatnya banyak yang berkecukupan. Desa ini memiliki sekitar 4.500 jiwa dengan dua dusun yakni Dusun Kedawung dan Dusun Umbul Damar terletak 6 km dari jalan raya , jauh dari perkotaan Blitar.
Sejak tahun 2014 dengan kepemimpinan yang baru Kepala Desa Imam Muhsin bergerak cepat untuk mencari terobosan perubahan. Berbagai langkah kebijakan startegi dan inovasi dilakukan.

“Alhamdulillah sejak saya mulai menjabat desa Umbul Damar meraih juara lomba Desa Tingkat Kabupaten tahun 2015. Tahun 2016 menjadi Desa Berseri dan tahun 2017 mendapat penilian dan penghargaan Kinerja Terbaik Pemerintah Desa mendapatkan satu unit mobil dari pemkab Blitar serta tahun 2018 PenilaianTerbaik Desa Inovasi DD sebagai Duta Kabupaten Blitar di Jawa Timur.” Kata Imam Muhsin.

Keberhasilan membawa perubahan Desa Tertinggal menjadi Desa unggulan tidak lepas dari peran serta masyarakat serta aparatur pemerintah desa dan stakeholder lainnya.

“Ini bukan semata-mata kerja kepala desa, akan tetapi wujud nyata kebersamaan, kekompokan semua pihak yang ada di desa, terutama dukungan seluruh lapisan masyarakat yang ada di desa kami, memang awalnya masyarakat pesimis dengan gagasan inovasi kepala desa bahkan menuai hinaan sebagai bentuk mimpi yang tidak mampu diwujudkan oleh penyandang Inpres Desa Tertinggal (IDT).” Tutur Imam Muhsin.

Dengan keterbelakangannya dan semangat tinggi menuju perubahan pemerintah desa menciptakan gagasan inovasi baru dengan memanfaatkan potensi alam yang ada berupa mata air dengan menciptakan wisata edukasi yang dinamakan ‘Damar Water Park’. Di gagas langsung oleh Kepala Desa Umbul Damar Imam Muhsin, Damar Water Park akan menjadi mega proyek satu-satunya yang dimiliki kabupaten Blitar.

Namun, awalnya banyak yang menentang, gagasan ini justru dipatahkan bahkan dianggap mimpi oleh pemerintah daerah. Anggapan mereka hal tersebut bentuk tindakan yang menghambur-hamburkan uang serta sarat dengan korupsi. Berawal dari hal tersebut Imam Muhsin beserta masyarakat desa Umbul Damar terus berupaya keras ingin membuktikan bahwa wisata ini akan memiliki tujuan tidak hanya sekedar mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun tujuan lain seperti meningkatkan perekonomian masyarakat dan membangkitkan masyarakat tingkat pendidikan.

Menurut Imam Muhsin pembangunan Damar Water Park di mulai sejak tahun 2017 dan diproyeksikan selesai tahun 2019, saat ini masih sekitar 70% dalam proses pengerjaan. Diperkirakan akan menelan dana hingga Rp 5,5 M. Mega proyek desa ini tentu saja memakan waktu yang tidak sebentar dalam pembuatannya. Namun yang perlu digaris bawahi adalah biaya ini murni dari anggaran desa tanpa bantuan dari pemerintah daerah.

“Sementara dari Alokasi Dana Desa (ADD) kalau kita upayakan dari tiga tahun ini hanya terbiayai sekitar Rp 2.250.000.000. Berusaha untuk mencari usaha-usaha lain termasuk dengan perbankan, pelaku investor, dari perangkat desa dan masyarakat desa. Rencana dalam waktu satu bulan ke depan akan di launchingkan. Namun permasalahannya saat ini adalah bagaimana pemerintah mendukung upaya-upaya yang telah kami lakukan. Setidaknya mereka membantu mendanai pembangunan ini atau perbaikan infrastruktur jalan yang rusak.” Tuturnya, sabtu (5/1/2019).

Diketahui sepanjang jalan menuju wisata Damar Water Park rusak parah. Hal ini tentu saja menjadi permasalahan yang harus segera di upayakan dari pemerintah. Pasalnya, Infrastruktur jalan desa merupakan tanggungjawab pemerintah daerah, sehingga hal tersebut memang menjadi kewenangan pemerintah dan permasalahan tersebut harus menjadi perhatian khusus.

“Kami melakukan ini tidak hanya sekedar upaya asal-asalan, tapi kami membuat konsep ini bekerjasama dengan Universitas Brawijaya, melakukan banyak riset. Kerjasama mulai desaign, perencanaan sampai titik akhir hingga menjadi kenyataan seperti ini. Kami butuh pembinaan, butuh pendampingan dan dukungan dari semuanya tentunya.” Ungkap Imam Muhsin

Kilas balik Bupati Blitar H. Rijanto saat mencalonkan dalam visi misinya mewajibkan setiap desa membuat wisata serta mencanangkan bahwa optimalisasi wisata ini sangat digalakkan bagaimana agar menjadi Amazing Blitar. Hal tersebut dijalankan oleh Imam Muhsin selaku kepala desa Umbul Damar yakni dengan obyek wisata Waterpark yang kini di beri nama Damar Water Park tersebut. Rencana ke depan Damar water park tersebut akan ada tiga kolam renang untuk dewasa, waterboom untuk anak-anak serta kolam arus.

“Faktor pendukung juga ada seperti permainan edukasi, kuliner dan home stay. Tanah yang digarap untuk sementara ini masih setengah hektar, setelah itu ada pengembangan dan upaya kita akan menata peraturaan desa. Ke depan Damar Water Park akan di kelola oleh BUMDES, sehingga bagaimana membiayai anak-anak didik masyarakat agar menjadi potensi-potensi yang handal yang diambilkan dari anggaran desa melalui PAD ini.” Terangnya

Imam menambahkan pasar yang di bidik semua sekolah mulai tingkat dasar PAUD sampai SMP, bahkan untuk luar desa dan kabupaten. Perkembangannya selanjutnya akan berupaya menciptakan kegiatan, yaitu membuat event-event untuk setiap bulan sekali seperti event pertunjukan untuk menyemarakan Damar Water Park.

“Dengan adanya Damar Water Park ini, anak didik yang ada di desa Umbul Damar dapat melakukan pelatihan renang. Tidak lagi harus latihan ke kota, selain itu dari luar desa juga dapat datang kemari. Dalam melakukan kegiatan pembangunan semacam ini tentu perlu adanya juga keamanan dan kenyamanan untuk mendapat pelayanan yang terbaik. Harapan besar kami, pemerintah kabupaten Blitar mendukung penuh upaya kami dengan membantu anggaran dana untuk water park dan memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak. Sehingga mimpi tersebut terwujud dengan baik.” Harap kepala desa Umbul Damar Imam Muhsin.(Ervin)

Tinggalkan Balasan