MELON BLITAR TEMBUS MANCA NEGARA , BUPATI BLITAR DORONG PETANI KEMBANGKAN SISTEM GREEN HOUSE

Pertanian Melon Gunakan Sistem Green House Di Kecamatan Binangun Dan Wates Kabupaten Blitar

Blitar, JTV Mataraman :  Buah melon kini menjadi primadona di masyarakat. Terbukti dengan jumlah permintaan pasar yang semakin hari semakin tinggi. Hal ini yang memicu petani mellenial di Kabupaten Blitar menerjuni budidaya tanaman horti jenis melon.

Di Kabupaten Blitar dua wilayah penghasil buah melon terbesar berada di  wilayah Kecamatan Binangun dan Kecamatan Wates . Seperti  Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir budidaya melon berkembang pesat berkat kepoloporan dari kalangan millenial.

Mereka memiliki semangat tinggi bertani dan sangat inovatif dalam berbudidaya. Para petani millenial desa Sumberkembar ini  menerapkan pola pertanian modern menggunakan sistem green house.

 Saat ini tercatat sebanyak  40 green house dengan jumlah petani sebanyak 30 orang yang mengembangkan sistem green house yang dibangun secara mandiri  oleh petani  serta  ada beberapa bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.  

Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten  Blitar Hikma Wahyudi ,S.P mengatakan di Kecamatan  Binangun greenhouse untuk komoditas melon. Budi daya melon dengan sistem tersebut baru berkembang dalam 4 tahun terakhir dan terus berkembang karena dinilai menguntungkan.

“ Sekarang sudah ada 40 green house mandiri dan 3 green house bantuan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar. Dengan sistem greenhouse, maka keberhasilan petani dalam menanam melon sangat tinggi karena tanaman tidak gampang terserang penyakit, pemupukan bisa lebih efisien, begitu juga  pengairannya.” Katanya.

Petani Millenial Desa Sumberkembar Kec.Binangun Budidaya Melon Sistem Green House

Menurut Nonot , Ketua Gapoktan Mangun Tani  Desa  Sumberkembar, menaman buah melon sisitem greenhosuse sudah menjadi pilihan petani millenial di desanya meski juga ada petani  yang menanaman hamparan .

”Sebenarnya tanaman horti jenis lain banyak yang bisa dikembangkan, seperti cabai  dan bawang merah juga mempunyai peluang bisnis yang sama. Namun kami yang  millenial lebih memilih bertani melon karena selain resiko gagal panen kecil ,  lebih menjanjikan keuntungan karena permintaan pasar tinggi.” Kata Nonot Ketua Gapoktan  Mangun Tani  Desa  Sumberkembar,  Selasa  (27/04/2021).

Lanjut Nonot , ada  beberapa  jenis melon yang dikembangkan oleh petani millenial Desa sumber Kembar diantaranya jenis melon Honey putih, Honey kuning, devina  dan adinda dan kini mulai dikembangkan oleh petani Desa Sumber Kembar varietas  melon japanesa yang rencana untuk uji coba dipasarkan di Malaysia ( negara jiran).

Petani Melon Desa Sumberkembar selama  ini tidak pernah merasa kesulitan untuk menjual melon hasil panennya. Permintaan pasar sangat besar seperti Jakarta , Surabaya Palembang, Bali serta pasar lokal.

 “ Beberapa jenis  komoditas melon kami tanam dan  harganya paling bagus  melon jenis honey putih dan honey kuning , saat memanen kemarin greet A  dengan ukuran 0,8 -1,5 kg  tembus harga 37 hingga 40 ribu perkilogram di pasar moderen sedangkan  greet B dengan harga 15 -20 ribu per kilogram .’’ tutur Nonot.

Melon Hasil Budidaya Sistem Green House Menjadi Unggulan Kabupaten Blitar

Salah seorang petani Melon sukses yang juga merupakan penggerak petani millenial Desa Sumberkembar M. Nasir mengatakan , para pemuda di desanya awalnya tidak tertarik menaman buah melon dengan system greenhouse karena Investasi di awal mahal bagi petani butuh modal besar  sekitar  Rp. 40 – 50 juta/unit greenhouse, termasuk pembuatan tandon air dan perpipaannya.

Namun karena melon cenderung harganya bagus dan sisitem greenhouse banyak memiliki keunggulan serta resiko kegagalannya kecil , aman dari hama dan tenaga ,irit pupuk serta jaminan panen bagus sehingga petani millenial menjadi tertarik untuk mengembangkan budidaya melon sistim greenhouse.

“ Petani millenial merasa nyaman bertani melon  dengan sisyem green house, setahun bisa memanen 4 kali dan sekali panen bisa 1,5  ton dengan lahan 8 are, tiga kali panen modal sudah kembali.” Jelas M.Nasir.

Keberhasilan budidaya melon di Kabupaten Blitar seperti Di Desa Sumberkembar  ini juga tidak bisa lepas dari peran penyuluh pertanian. Peran penyuluh dalam mendampingi petani terus menerus terutama masalah pengendalian hama dan penyakit serta teknik budidaya.

“ Kami sering konsultasi terutama masalah hama penyakit , beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman melon ,  cacar daun  akibat embun tepung , hama tungau merah . Sedangkan penyakit yang kerap menyerang tanaman melon  yakni  penyakit layu fusarium dan layu bakteri , namun semuanya bisa diminimalisir.”  Ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Ir. Wawan Widianto akan terus mendorong para petani muda ( mellenial ) mengembangkan budidaya melon sistem greenhouse karena hasilnya sudah nyata dirasakan petani. Tidak hanya di Kecamatan Binangun dan Wates serta Wonotirto  , bertani melon sistem greenhouse bisa dikembangkan di setiap wilayah di Kabupaten Blitar. Bahkan sistem hamparan juga di kembangkan.   “ Memang sa’at ini dua wilayah Kecamatan Wates dan Binangun pertanian horti melon perkembangannya pesat  , semangat petani  harus kita dukung agar petani lebih sejatera.”  Kata Ir. Wawan Widianto.

Sa’at di temui Memorandum , Bupati Blitar ,Rini Syarifah menyampikan punjian terhadap  kesuksesan petani  milenial mengembangkan budidaya melon. Menurutnya  pertanian melon di Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, berkembang pesat dengan adanya inovatif serta semangat dari kalangan millenial. “ Patut di dukung  dan saya  minta Dinas Pertanian dan Pangan terus memberikan pendampingan dan pembinaan  kepada petani melon dan pertanian  horti yang lain juga harus dikembangkan , agar supaya kesuksesan bisa menular di wilayah Kabupaten Blitar yang memiliki potensi yang sama agar sejahtera bersama.” Jelasnya. (As)

Tinggalkan Balasan