Lonjakan Jumlah Warga Melapor ke Ruang Observasi Kota Kediri Selama Lebaran

Kediri – Imbauan pemerintah untuk tidak mudik saat Lebaran ditaati oleh banyak warga perantauan. Meski pada malam Lebaran, Ruang Observasi Kota Kediri mencatat adanya lonjakan warga yang datang dari kota-kota di Jawa Timur.

“Jumlah tertinggi pada malam Lebaran. Sampai 30 orang,” kata Vivit, petugas Puskemas yang berjaga di Ruang Observasi GNI. Rata-rata ruang observasi ini kedatangan kurang dari 20 orang/hari. Pada H-7, jumlah mulai meningkat. Hingga puncaknya pada malam Lebaran Sabtu (23/05).

Menurut Ridwan, petugas dari Karang Taruna yang juga berjaga, rata-rata mereka datang dari kota-kota sekitar Jawa Timur yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. “Mereka tidak mudik, memang rumahnya Kota Kediri. Ke kota-kota itu hanya berkunjung. Beberapa bekerja dan rutin datang ke Ruang Observasi,” katanya.

Ada 3 orang yang harus bekerja bolak-balik ke Surabaya sehingga setiap kali datang, mereka lapor ke Ruang Observasi. Hingga kini, Ruang Observasi untuk Kecamatan Kota di Gedung GNI sudah mencatat sejumlah 283 warga yang melapor sejak dibuka. Mereka semua dalam kondisi sehat tanpa keluhan.

Sementara itu, Ruang Observasi untuk Kecamatan Mojoroto di GOR Joyoboyo mencatat sejumlah 462 warga yang melapor. “Pada malam Lebaran paling tinggi. Jumlahnya sampai 70 orang,” kata Eko Widodo, petugas di Ruang Observasi GOR yang berasal dari staf Kecamatan Mojoroto.

Mereka rata-rata tinggal di Ruang Observasi antara 12-24 jam dan baru bisa melanjutkan perjalanan, menuju Kota Kediri. “Kami terus pantau kesehatannya. Mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda Covid-19 dan suhu pun normal. Maka kami izinkan pulang dengan membawa surat,” tambahnya.

Pengawasan ketat dilakukan di tingkat RT, bila ada warga yang datang dari luar dan belum melapor, maka RT/RW akan mengantar warga tersebut ke Ruang Observasi terdekat. (ben)

Tinggalkan Balasan