Launcer Girder Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono di Jombang Roboh

Jombang – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) dengan Tol Kertosono-Ngawi terpaksa dihentikan. Pasalnya, rel alat pemasang beton jembatan atau launcer girder proyek pembangunan jalan Tol Solo-Kertosono ini roboh.

Petugas kepolisian yang mendapatkan laporan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab robohnya alat tersebut. Target proses pembangunan tol fungsional untuk mudik lebaran dimungkinkan tidak tercapai.

Robohnya launcer girder atau rel untuk memasang beton jembatan terjadi di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Proyek ini bagian dari pembangunan jalan Tol Solo-Kertosono II .

Polisi yang mendatangi TKP beberapa saat, setelah terjadinya ambruk langsung melakukan pemeriksaan. Satu rel sepanjang 50,8 meter di atas sungai afur besuk, ini roboh dan berdampak pada jembatan sebelahnya. Akibatnya, rel yang sedianya untuk memasang girder beton jembatan senilai lebih dari Rp 5 milyar tidak bisa digunakan lagi.

AKBP Fadli Widianto Kapolres Jombang mengatakan, hasil pemeriksaan sementara penyebab ambruknya launcer girder karena kencangnya tiupan angin saat dilakukan setting persiapan pemasangan alat tersebut. “Sehingga tiang bagian atas condong yang berakibat tidak mampu menahan beban berupa rangkaian rel girder.” Jelasnya.

Fajar Amir Fatah, Korlap Proyek Pembangunan Tol Solo Kertosono 2 mengatakan, ambruknya launcer girder ini dipastikan mengganggu proses pembangunan jalur tol fungsional yang rencana akan digunakan pada mudik lebaran ini.

“Jalur tol fungsional tersebut ditargetkan bisa dipergunakan H-8 Lebaran atau sekitar 20 hari lagi.” Ucapnya.

Namun pasca kejadian ini diperkirakan pembangunan tidak akan rampung. Alternatif kedua pemudik akan menggunakan jembatan lama yang sudah terbangun di jalur bawah.

Polisi kini masih terus mendalami penyebab kecelakaan kerja tersebut. Belum diketahui ada unsur kelalaian tidak dalam pemasangan alat hingga terjadi insiden. Beruntung, tidak ada korban jiwa meskipun kerugian yang dialami mencapai miliaran rupiah.(Saiful)

Tinggalkan Balasan