Lalai Saat Melintas Rel Tanpa Palang Pintu, Minibus Terseret Kereta Api 150 Meter

Tulungagung – Mobil minibus bernomor polisi AG 1068 SC tersebut dikemudikan Suhit, warga Desa Panjerrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Mobil mengalami rusak parah setelah tertabrak kereta api doho, jurusan Malang-Surabaya, di perlintasan tanpa palang pintu, di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

Peristiwa kecelakan yang terjadi pada Rabu (1/5) malam tersebut mengakibatkan pengemudi mobil Suhit, meninggal di lokasi kejadian. Mobil korban tertabrak rangkaian kereta api, tepat di bagian tengah badan mobil.

Mobil korban menempel di lokomotif, terseret sejauh 150 meter hingga kemudian terbalik. Mobil mengalami rusak parah pada bagian pintu samping kanan, belakang dan depan.

Samsul Arif mengatakan, korban sudah seringkali melewati perlintasan tersebut. “Hampir setiap hari korban melintas di lokasi tersebut, untuk mengantarkan sayuran ke pondok pesantren tempat anaknya belajar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Samsul Arif.

Iptu Diyon Fitrianto Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung, menjelaskan, kecelakaan bermula saat korban yang berkendara dari arah selatan menyeberang di perlintasan tempat kejadian.

Tepat saat berada di tengah perlintasan, melaju dari arah timur kereta api doho. “Korban sempat diperingatkan oleh warga, namun korban tidak mendengar, karena kaca mobil tertutup rapat,” jelas Iptu Diyon Fitrianto.

Menurut warga di sekitar lokasi kejadian, perlintasan tempat kecelakaan tergolong ramai, sedangkan sirine yang memberikan tanda peringatan ketika akan ada kereta yang hendak melintas di tempat tersebut seringkali tidak berfungsi. (Bondan)

Tinggalkan Balasan