Kutuk Aksi Pengeboman, Ratusan Anggota Ormas dan Ulama Doa Bersama

Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Trenggalek menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa pengeboman di beberapa tempat di Indonesia yang dilakukan kelompok teroris radikal.
Doa bersama yang dipusatkan di sekitar komplek patung garuda alon-alon Trenggalek diikuti ratusan orang yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang menolak keberadaan terorisme bersama seluruh unsur Forkopinda Kabupaten Trenggalek serta ulama yang menolak secara tegas aksi kejam yang dilakukan kelompok teroris.
Aksi solidaritas dan doa bersama oleh berbagai kelompok masyarakat Kabupaten Trenggalek tersebut juga diwarnai dengan membawa lilin sebagai simbol kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa serta tanda tangan sebagai bentuk solidaritas dan penolakan atas berbagai aksi pengeboman yang dilakukan kelompok teroris di Indonesia yang tergabung dalam Jemaah Ansharut Daulah(JAD).
Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin menyampaikan, rangkaian kegiatan doa bersama yang dilakukan berbagai elemen masyarakat, Forkopinda serta ulama se Kabupaten Trenggalek kali ini sebagai bentuk solidaritas dan kepirhatinan atas maraknya berbagai aksi pengeboman yang terjadi belakangan di Surabaya dan sejumlah kota lainnya di Indonesia.”Masyarakat Trenggalek juga ikut prihatin terhadap tragedi ini. Kami berdoa semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” kata M Nur Arifin.
Khusus di Kabupaten Trenggalek, lanjut M Nur Arifin pihaknya bekerjasama dengan beberapa pihak akan melakukan screnning terhadap beberapa lokasi ataupun orang asing yang baru masuk ke Kabupaten Trenggalek. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan orang bersangkutan tidak terafiliasi dengan kelompok radikal manapun di Indonesia.”Secepatnya akan kami lakukan. Pastinya kami menginginkan masyarakat Trenggalek nyaman dan tentram dalam kesehariannya,” papar Mas Ipin.

Tinggalkan Balasan