Kurang Dari 24 Jam, Polres Trenggalek Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor

Trenggalek – Unit Reskrim Polsek Pule Polres Trenggalek belum genab 24 jam telah berhasil meringkus pelaku curanmor yang terjadi diwilayah hukumnya. Pelaku berinisial YH yang tercatat sebagai warga desa Kemantren Kecamatan Tulangan, Sidoarjo ini ditangkap petugas satreskrim di jalan raya Sambit Kabupaten Ponorogo setelah sebelumnya menggasak sepeda motor jenis Honda Scoopy di sebuah showroom milik warga Tanggaran Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek.

Keterangan yang didapat dari Wakapolres Trenggalek Kompol Agung Setyono saat press release adalah, pelaku masuk kedalam showroom melalui pintu belakang dengan cara membuka kunci slot. Dan kebetulan, sepeda motor yang berada didalam kuncinya tertancap di kendaraan.

“Kemarin, pada hari Selasa sekitar pukul 20.30 Wib, anak korban mendengar suara mencurigakan dari dalam showroom. Saat dilihat ternyata sepeda motor sudah dibawa kabur pelaku lewat pintu belakang” Jelas Kompol Agung.

Masih menurutnya, “Pelaku beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor honda scoopy dan STNK telah diamankan dan dibawa ke Polsek Pule saat itu juga”.

Kompol Agung menyebutkan, keberhasilan tersebut tidak bisa dilepaskan dari reaksi cepat team unit Reskrim Polsek Pule yang langsung merespon laporan warga. “Selain kerja proffesional petugas, hal itu juga dikarenakan korban yang dengan cepat melaporkan kejadian kepada Polisi. Sehingga pihak Kepolisian bisa cepat ke TKP dan segera memblokir akses jalan keluar wilayah serta berkoordinasi dengan jajaran terdekat yaitu Polres Ponorogo,”sebut perwira menengah yang hobi olah raga ini.

Sedangkan menurut keterangan tersangka YH pada penyidik, sepeda motor hasil kejahatan tersebut rencananya akan dipakai sendiri karena kendaraan miliknya diambil oleh pihak leasing. “Menurut tersangka YH, kendaraan hasil curanmor akan dipakai sendiri karena motornya baru ditarik pihak leasing,” pungkas perwira Polisi berpangkat Melati Satu ini.

Dan saat ini tersangka harus mendekam di balik jeruji besi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya yaitu dugaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. (Heru Gondrong)

Tinggalkan Balasan