Kuda Tornado Milik Wabup Blitar ,Terbaik Di Kelas A Sprint Piala Kapolres Blitar Cup 2018

Blitar – Ratusan kuda pacu dari berbagai daerah pulau Jawa bersaing di ajang Kejuaraan Pacuan kuda Nasional memperebutkan Piala Kapolres Cup Blitar, yang berlangsung selama dua hari sabtu dan minggu (27- 28/10/2018) di Gelanggang Pacu Kikis Tunggorono, Talun Kabupaten Blitar. Dalam Event bergengsi ini ada 19 kelas dilombakan , 13 nomor atau kelas dilombakan dihari minggu , diikuti oleh ratusan kuda pacu berkelas nasional dari berbagai penjuru pulau jawa.

Tornado kuda pacu Panjilaras Stable yan turut tampil adu cepat dengan pesaing dikelas A sprint 1.300 M , tak terkalahkan mendududki juara satu. Kuda pacu milik Marhaenis U.W. yang merupakan Wakil Bupati Blitar ini menjadi yang terdepan setelah menggungguli dua psaing ketatnya yakni Kuda Kalea asal Amigo Stable Kediri pemenang urutan kedua dan Putri Anjani bintang Darsen Stable milik H.Himawan ini harus puas diurutan ke tiga.

Begitu juga di kelas B-1.800 M . kuda Predator Panjilaras Stable milik Marhaenis U.W yang sebelumnya hampir setiap event tak pernah terkalahkan diajang bergengsi ini harus puas menempati di urutan ke dua setelah kalah tipis dengan kuda Putra Mayora dari Mayora Stable Sidoarjo milik H. Warldheyono. Sedangkan peraih urutan ke tiga yakni kuda Jhon Zevaldo juga dari Mayora Stable Sidoarjo milik H. Warldheyono.

Sementara itu di Kelas A Terbuka jarak 2000 meter sukses ‘dipertahankan’ oleh kuda Augusta Cavallo yang dimiliki oleh Kapolres Blitar AKBP Anissullah M.Ridha. Augusta Cavallo mengungguli kuda Saudagar dari Malang dan Genk Mayyora dari Sidoarjo.

Gelaran Pacuan Kapolres Blitar Cup 2018 ini menjadi arena hiburan tersendiri bagi warga setempat. Para penonton dari berbagai kota di Jatim terhibur menyaksikan adu cepat di antara kuda-kuda pacu tersebut. Kapolres Blitar AKBP. Anissullah M. Ridha mengaku senang event lomba balap kuda ini mendapat respon besar dari pecinta – pecinta balap kuda tanah air.

Ia berharap event ini akan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat olah raga berkuda selain juga untuk menjaring bibit-bibit kuda pebalap lokal, ajang ini juga mencari joki muda berbakat. ”Pacuan kuda tradisional merupakan salah satu tradisi lokal dan menjadi hiburan yang murah meriah bagi masyarakat dan berharap, pacuan kuda tradisional tetap hidup dan berkembang di masyarakat”. Tutur AKBP. Anissullah M. Ridha, Kapolres Blitar. (M.Asrofi)

 

Tinggalkan Balasan