Korupsi Dana Hibah Koni Mengalir ke Bupati dan Wakil Bupati 2011-2015, Masa Demo Kejari Blitar : Tuntaskan Kasus Korupsi

Puluhan masa yang tergabung dalam LSM GPI melakukan unjuk rasa di kantor kejaksaan negeri Blitar.

Blitar – Puluhan masa yang tergabung dalam Lembaga  Swadaya Masyarakat ( LSM) Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), rabu siang (07/08/2019), melakukan aksi di kantor Kejaksaan Negeri Blitar jalan Sudanco Supriadi Blitar.

Dalam orasinya massa menuntut agar Kejaksaan Negeri Blitar kembali mengusut tuntas kasus korupsi yang merugikan negara hingga miliaran rupiah, yang diduga mengalir ke kantong Bupati dan Wakil Blitar pride 2011 – 2015 yang pada saat itu di jabat oleh Heri Nugroho dan Rijanto.

Tidak hanya Bupati dan Wakilnya dana yang seharusnya di peruntukan olahraga di Kabupaten Blitar juga mengalir ke kantong Ketua DPRD Blitar, pejabat Dinas  Pariwisata dan Olahraga Blitar.

“Mendesak Kejaksaan Negeri Blitar agar segera menuntaskan korupsi dana hibah koni,” seru Jaka Prasetya ketua GPI.

Masa juga meminta agar Kejari Blitar memberi petunjuk kepada penyidik kepolisian polres Blitar terkait pihak yang menerima aliran dana Hibah Koni untuk di pertanggungjawabkan secara hukum.

Berdasarkan hasil keputusan pengadilan, ditemukan fakta hukum bahwa negara mengalamai kerugian hampir Rp. 1 milyar, atas kegiatan fiktif dan mark up untuk kegiatan non teknis.

“Dengan demikian memungkinkan dalam perkara tindak pidana korupsi di Koni akan memunculkan tersangka baru,termasuk Bupati dan Wakilnya yang menjabat saat itu,” imbuhnya.

Hasil sidang terhadap dua terdakwa yang telah divonis pengadilan muncul nama – nama yang diduga yang diduga menerima aliran dana hibah tersebut. (Danu)

Tinggalkan Balasan