Komisi C DPRD Akan Awasi Dana Bencana Kota Kediri

Kediri – Mulai hari ini (28/04) seluruh warga Kota Kediri yang terkena dampak Pandemi Covid-19 mulai mengajukan bantuan sosial melalui kelurahan dimana mereka tinggal dengan membawa KTP dan KK serta mengisi formulir pernyataan yang telah disediakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar seperti dalam video yang banyak beredar di media sosial.

Berdasarkan pantauan Komisi C DPRD Kota Kediri, hal ini terlihat di Kelurahan Banjaran Kecamatan Kota tidak kurang dari 100 orang yang datang untuk  mendaftar. Begitu juga di Kelurahan Ngronggo dan Ngadirejo.

Wakil Ketua Komisi C, H. Ashari, SE memimpin rombongan untuk  melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Kelurahan Ngronggo. “Alhamdulillah masyarakat bisa mengajukan bantuan kepada pemerintah kota. Menurut saya, seluruh lapisan masyarakat yang terdampak sudah semestinya semua layak mendapatkan bantuan ini,” ungkap Ashari.

Bila kemudian semua pemohon menerima bantuan, tentunya akan menghilangkan kecemburuan di masyarakat serta mengurangi beban para Ketua RT karena turut mendata warga di lingkungannya.

“Kemarin saya mengajukan 30 orang, yang disetujui cuma 3 orang. Kalau sekarang semua bebas mendaftar ke kelurahan, ya Alhamdulillah. Berarti tanggung jawab saya sebagai RT agak ringan,” ucap salah satu Ketua RT di ngronggo. Memang hal ini menjadi masalah tersendiri bagi para Ketua RT saat melakukan pendataan yang tidak sesuai dengan realisasi pengajuannya.

“Kita akan menjalankan fungsi pengawasan, untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan terhindar dari penyelewengan. Karena alokasi anggarannya dan penerimanya sangat besar, tidak kurang dari 30.000 KK. Ini butuh kerjasama semua pihak termasuk masyarakat dan semua pemangku kebijakan,” tegas Pak Raden sapaan akrab politisi dari Partai Demokrat itu. (ben)

Tinggalkan Balasan