Ketertiban Masyarakat Mulai Kendor, Terjunkan Ratusan Personil Dalam Operasi Semeru

SIAP-SIAP: Beberapa kendaraan petugas tengah dipersiapkan dalam Operasi Patuh Semeru 2021, yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan, (20/9).

Tulungagung, Jtvmataraman.com : ratusan personil gabungan akan diterjunkan selama 14 hari ke depan dalam Operasi Patuh Semeru 2021. Melihat akhir-akhir ini ketertiban masyarakat Tulungagug dalam berlalu lintas mengalami penurunan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengatakan, Operasi Patuh Semeru 2021, ditujukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama berlalu lintas. Namun dalam pelaksanaanya, pihaknya juga mendapatkan tugas memberikan edukasi dan pengawasan mengenai protokol kesehatan (prokes).

“Selama jalanya operasi 14 hari ke depan, petugas dilarang melakukan tindakan yang kontra produktif atau tindakan kekerasan yang dapat menurunkan citra Polri,” tuturnya.

Handono -sapaan akrabnya menjelaskan, jika dalam berjalanya operasi ditemukan pengendara yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan, nantinya petugas akan melakukan tindakan. Serta dalam hal prokes, pengendara yang tidak memakai masker juga akan ditindak petugas.

“Targetnya mengurangi terjadinya kecelakaan dan masyarakat memastikan masyarakat prokes. Petugas yang diterjunkan ada 250 personil dari Polri, TNI, Dishub dan Satgas,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Bayu Agustyan merinci, tentu dalam operasi ini, pihaknya telah melakukan pemetaan terkait kemancetan. Lokasi yang rawan terjadi macet berada di jalur sekitar Jembatan Ngujang.

“Lokasi itu menjadi titik terjadinya kemancetan akibat penutupan Jembatan Boro-Karangrejo. Sedangkan untuk wilayah rawan kecelakaan, kami memberikan atensi di jalur Ngantru dan Ngunut,” ujarnya.

Bayu -sapaan akrabnya menambahkan, berdasarkan pemetaan, kawasan yang menjadi blank spot berada di Ngunut.

“Kawasan yang sudah kami petakan tentu akan kami terjunkan petugas untuk berjaga,” tambahnya.

Pria berkacamata itu juga mengaku bahwa akhir-akhir ini memang terjadi penurunan ketertiban masyarakat terkait lalu lintas, terutama pada malam hari. Seperti tidak memakai helm, menggunakan kenalpot brong dan sebagainya.

“Dengan operasi ini, diharapkan dapat meningkatkan keteriban masyarakat dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (ham)