Kenalkan Teknologi Modern , Puluhan Petani Kopi Blitar Dilatih Penanganan Pascapanen Oleh Puslitkako

BLITAR.JTV Mataraman.com: Untuk meningkatkan mutu kualitas serta meningkatkan produktifitas biji kopi. Puluhan petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Petani Kopi Sekar Kopi Desa Sidomulyo dan Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, mengikuti pelatihan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil kopi yang di selenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Pusat Penilitian Kopi dan Kakao ( Puslitkoka) Jember, Selasa(11/08/2020).

Kegiatan yang dipusatkan di desa Sidomulyo ini di hadiri oleh Bupati Blitar H.Rijanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wawan Widhianto ,Kabid Perkebunan Lukas Supriyanto dan Kasi Tanaman Tahunan Perkebunan Johan Sjahriar serta H. Komarudin Agung Jaya mitra kerja Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.
Selain pelatihan Dinas Pertanian dan Pangan juga memberikan bantuan alat pengolah kopi kepada kelompok tani terdiri mesin pencuci kopi ( Washer),Mesin pengupas kulit biji ( Huller), Mesin Sangrai (Roasting), Mesin Pembubuk Kopi ( Grinder) serta 400 bh isek.

Menurut Wawan Widianto ,Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar mengatakan pelatihan penanganan pasca panen kopi sangat penting harus di pahami oleh para petani kopi dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas komoditi kopi dari perlakukan pasca panen sebelum komoditas berada ditangan konsumen.” Kata Wawan Widhianto kepada JTV Mataraman.com
Lanjut Wawan, selama ini petani Blitar masih mengolah pasca panen secara tradisional sehingga hasilnya kurang maksimal. dengan konsep teknologi pasca panen, hasilnya akan bagus baik dari sisi produksi maupun kualitas yang dihasilkan sehingga lebih bernilai ekonomis. Oleh karena itu wawan berharap program bantuan alat serta pelatihan seperti ini bisa bermanfa’at bagi para petani kopi untuk meningkatkan penghasilan.

Edi Suhariyanto Peneliti pengembang pasca panen Pusat Penelitian Kopi Kakao (Puslikoka ) Jember selaku pemateri mengatakan dengan penerapan teknologi pengolahan hasil kopi akan mengasilkan bubuk kopi yang baik sehingga bisa meningkatkan nilai tambah atau penghasilan.” Petani kopi harus di bekali pengetahuan mengolah kopi yang benar pasca panen agar hasil yang didapat bisa maksimal tidak hanya hasil produksi bubuk saja akan tetapi dengan penerapan teknologi akan bisa menambah lapangan kerja dan mengurangi tenaga kerja olah kopi basah.” Ungkapnya.
Sedangkan materi yang di sampaikan pemateri Puslikoka kepada peserta yakni pengenalan tahapan teknologi pengolahan kopi yaitu olah basah dan olah kering. Pengolahan Kopi basah dari panen di sortasi , pengupasan kulit buah , fermentasi biji buah dan pengeringan biji buah, pengupasan kulit tandan dan sortasi akhir biji. Sedangkan Pengolahan Kopi Kering yakni tahapannya Panen , sortasi buah kopi, pengeringan buah kopi ,pengupasan kulit buah dan kulit tanduk serta , sortasi dan pengeringan biji kopi yang kemudian terakhir di proses dimenggunaan mesin roasting / roaster/ blender menghasilkan kopi bubuk.

Bupati Blitar H.Rijanto menyampaikan pemerintah kabupaten Blitar akan terus mendukung untuk kemajuan para petani kopi dalam mengembangkan usahanya dengan memberikan bantuan peralatan yang di butuhkan oleh petani kopi. “ Bantuan berbagai mesin pengolah kopi ini wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap petani kopi agar petani kopi bisa di kabupaten Blitar berkembang dan mendapatkan hasil yang layak. “. Ucap Bupati Blitar H. Rijanto.

Lanjut H. Rijanto di Kabupaten Blitar Sidomulyo dan Ampelgading area petani kopi rakyat sangat luas dan kopi dan hasilnya tidak hanya dinikmati masyarakat Blitar namun bisa di ekspor. “Kopi sidomulyo sudah banyak di kenal masyarakat dengan sebutan kopi ploncing selain punya aroma khas menjadi primadona nasional.”.Tambahnya .
Kegiatan pelatihan penanganan pasca panen kopi ini Bupati Blitar H. Rijanto menyerahkan sertifikat pelatihan kepada para peserta dan juga melanching memberi nama kopi desa Ampelgading yakni kopi Apik.(Asf)

Tinggalkan Balasan