Kemenag Kediri Sita Sejumlah Barang Bawaan Jamaah Haji

Kediri – Sejumlah barang bawaan milik Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kediri, disita petugas karena dianggap berbahaya. Pihak kementerian agama telah melakukan pelarangan, tetapi jemaah ternyata tetap ngeyel, dengan alasan untuk kebutuhan mereka selama di tanah suci.

Sejumlah barang yang disita petugas imigrasi ini antara lain, gunting, paku, silet, pisau, obat herbal, sambal, parfum pewangi, hingga cairan infus. Barang-barang ini dilarang untuk dibawa didalam pesawat terbang, karena masuk kategori berbahaya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Azis mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi pelarangan barang bawaan. Tetapi ada jemaah yang tetap nekat.

“Para jamaah beralasan barang tersebut mereka butuhkan selama berada di tanah suci, seperti gunting untuk mencukur rambut dan sambal untuk lauk makanan,” ujar Azis.

Jumlah temuan barang berbahaya jamaah haji asal Kabupaten Kediri, tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya mendapatkan amanat dari kantor imigrasi, untuk mendistribusikan seluruh barang sitaan kepada para jemaah haji atau keluarganya.

JCH asal Kabupaten Kediri sendiri sebanyak 1.258 orang terbagi dalam 3 Kelompok Penerbangan (Kloter) 54, 55 dan 56. Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya ditunda keberangkatan karena menunggu turunnya visa.

Sementara itu, pada musim haji tahun ini Kabupaten Kediri juga mendapat kuota cadangan dari provinsi Jawa Timur, sebanyak 14 orang yang kini masih menunggu waktu pemberangkatan. (Rofi)

Tinggalkan Balasan