Kapolres Tulungagung Kumpulkan Toga dan Tomas Sikapi Radikalisme

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar bersama Ketua FKUB Tulungagung menunjukan nota kesepakatan. Foto : Danu

Tulungagung – Munculnya kejadian perusakan rumah ibadah dan penyerangan tokoh agama yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sejumlah wilayah, menjadi catatan khusus oleh semua pihak, mengingat potensi serupa bisa terjadi dimana saja termasuk diwilayah Tulungagung.

Hal ini diakui oleh Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, seusai menggelar Silaturahmi bersama Tokoh Agama di Wilayah Tulungagung pada kamis (22/02). Tofik mengatakan Silaturahmi yang dilakukannya kali ini merupakan langkah awal yang diambil oleh pihaknya untuk merapat ke Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas)di Tulungagung.
“ini adalah langkah awal bagi kami untuk semakin mendekatkan diri kepada tokoh agama di Tulungagung” Ujarnya.
Tofik menjelaskan, silaturahmi ini dilakukan untuk memudahkan komunikasi antara pihaknya dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, terlebih akhir akhir ini ditemukan kejadian yang melibatkan tokoh agama sebagai korbannya, baik secara individu maupun secara organisasi.
“Silaturahmi ini harapnnya agar komunikasi dengan Tokoh agama bisa berjalan dengan baik, dengan mudah” Tegas mantan Kapolres Sampang tersebut.
Kendati kejadian serupa tidak terjadi di Tulungagung, namun potensi radikalisme bisa terjadi dimana saja, oleh sebab itu selain membangun komunikasi dengan tokoh agama pihaknya juga melakukan antisipasi dengan melakukan razia ODGJ yang selama ini ditemukan di wilayah Tulungagung.

Sementara itu Ketua MUI Tulungagung, Gushadi yang turut hadir dalam silaturahmi tersebut menjanjikan Kabupaten Tulungagung bakal aman, sebab pihaknya bersama tokoh dari berbagai agama sepakat untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Tulungagung.
“Tulungagung Aman Isnyaallah” Ujarnya.

Namun dalam kesempatan tersebut, Gushadi tetap mengingatkan bahwa potensi radikalisme dan kekerasan yang melibatkan tokoh agama itu bisa muncul kapan saja dimana saja, dan gejala seperti itu bisa muncul di fikiran siapa saja namun wilayah Tulungagung sampai saat ini bisa diredam dan tidak samapai ada kekerasan baik secara fisik maupun psikis.

“Belum ada di Tulungagung dan selama ini tidak ada, semoga tidak terjadi di Tulungagung,” tegas Gushadi. (Muhammad Imron Danu).