Jelang Pilwali, DPC PKB Kota Blitar Bergejolak Soal Pengusungan Bacalon

Blitar – Pencalonan bakal calon Walikota dan wakil walikota Blitar yang akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pilkada 2020 di persoalkan oleh beberpa pengurus dan sesepuh PKB Kota Blitar. Selasa malam, (23/06) pengurus dan sesepuh PKB Kota Blitar mulai bergejolak, sejak  munculnya isu pengajuan rekom Hendry – Yasin dalam pilkada 2020.

Wakil Ketua I DPC PKB Kota Blitar Tantowi mengatakan, saat ini telah beredar isu rekomendasi DPP PKB akan mengusung pasangan Hendri – Yasin, jika betul pengurus dan sesepuh partai melakukan penolakan. Pasalnya, proses pengusulan nama untuk menjadi calon walikota dan wakil walikota tidak sesuai dengan anggaran dasar/ anggaran rumah tangga (AD/ART).

“Apalagi PKB kan sangat terbuka terhadap masukan warga nahdliyin yang mengharapkan mengusung kader dari kalangan NU. Jadi kami sudah berkumpul bersama membahasnya dalam rangka menolak keputusan sepihak Ketua DPC PKB Kota Blitar dengan mengusung pasangan Hendri – Yasin,” tegasnya.

Dengan isu tersebut, membuat berkumpulnnya para sesepuh dan deklarator DPC PKB Kota Blitar, untuk menyikapi keputusan Ketua DPC PKB Blitar, yang memilih mengirimkan surat ke DPP PKB perihal calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar. Selama ini pengurus DPC PKB Kota Blitar tidak berkomunikasi dengan para sesepuh serta kiai.

“Kami mendengar isunya sudah mengirimkan nama ke DPP PKB tentang pasangan Hendri – Yasin. Padahal internal partai pengurus sama sekali belum diajak bicara, bahkan mereka mengklaim kalau kyai dan pengurus PKB Kota Blitar setuju terhadap pasangan itu,” jelasnya.

Lanjut Tantowi, pengurus dan para pendiri partai berlogo bumi dikelilingi bintang sembilan menolak pasangan Hendry – Yasin, karena mekanisme yang dinilainya tidak tepat itu tak segera diluruskan. Para pengurus DPC PKB Kota Blitar tak segan-segan untuk tidak mengambil bagian dari Pilkada nanti. Artinya tidak akan mendukung pasangan tersebut.

Ditemui dikantor DPRD Kota Blitar, Yasin mengatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan penolakan yang dilakukan oleh teman maupun seniornya tersebut. Justru ia menegaskan, dirinya yang diberi amanah memimpin PKB Kota Blitar, dalam setiap melakukan langkah selalu meminta petunjuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Saya sebagai pimpinan PKB di Kota Blitar tidak akan gegabah mengambil sikap adanya penolakan itu. Yang jelas adanya bahasa mengkondisikan tidak benar sama sekali. Karena saya selalu meminta petunjuk DPW maupun DPP,” ujarnya.

Dalam menentukan calon Walikota dan wakil walikota dalam pilkada DPP PKB mempunyai DESK Pilkada yang turun untuk mensurvey yang sudah mendaftar beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini semuanya masih menunggu rekom resmi dari DPP PKB.

“Kalau menurut penilaian saya pribadi, yang masih unggul adalah mas Hendry. Tapi kita tetap istiqomah sesuai rekomendasi yang akan diturunkan DPP PKB nanti,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan